CHAPTER 363: AKU KEHILANGAN RASA KEGEMBIRAAN
Rasanya sesak, tapi aku berusaha untuk tegar. Menjalani sebisanya, sekuatnya.. Ya, terasa nyaris tenggelam. Ketinggian sudah sampai di leher. Tidak kupikirkan dalam lagi sekitar dua tiga bulan terakhir, jalani setenang mungkin, tidak banyak berpikir. Namun, diri tidak bisa dibohongi. Aku kehilangan satu hal fundamental dalam waktu beberapa belakangan ini, aku kehilangan rasa kegembiraanku. Menjalani tanggung jawab dan peran sebagai orang tua, sebagai suami sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya. Rutinitas bekerja harus tetap disyukuri sebagai nikmat, di tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat sekarang ini. Bisa bekerja dan berpenghasilan, meski tidak banyak hasil yang bisa dibawa pulang dari upah, tetap adalah berkah dan nikmat tidak terkira. Ya, mungkin memang manusia adalah mahluk yang tidak bisa puas, karena pada faktanya yang kualami prosesnya tidak berhenti sampai di situ. Dialektika di dalam diri masih terus terjadi. Aku menjalani pekerjaan dalam situa...
Komentar
Posting Komentar