Postingan

CHAPTER 417: MENCARI SEKEPING KEBAHAGIAAN

Gambar
Ada banyak hal yang nyangkut di kepala pikiran dan hati ayah di pekan lalu selama di Surabaya dari tanggal 24 - 27 Agustus 2026.  Detail kejadiannya tidak menjadi fokus ayah dalam penjabaran atau narasi kali ini, namun setiap item persoalan sepertinya dapat ayah urai, yaitu sebagai berikut:  - tentang tekanan dan kelelahan psikis - tentang scenaio building - tentang trap atau jebakan kehidupan - tentang draining energy - tentang keterbatasan energi di usia yang tidak lagi muda - tentang alokasi penggunaan energi menjalani hidup secara proporsional dan taktis - tentang kepingan harapan di sisa hidup Surabaya selama 4 hari itu menurut ayah adalah sebuah ujian hidup. Masalah sudah muncul dari awal keberangkatan di rumah menuju bandara, hingga jadi momen pertama kali ayah dalam hidup ketinggalan pesawat.  Selama empat hari itu ternyata ada di kawasan paling elit di kota itu, di kawasan Surabaya Barat. Pantas saja, ayah makin merasa sesak. Ya, semakin ke sini, semakin ayah sad...

CHAPTER 416: SETELAH SEMUA YANG TERJADI

Gambar
Kamis, 20 Agustus 2026 03:22 WIB Ya, setelah semua hal yang telah terjadi, ayah merasa sampai pada sebuah tahapan kesadaran baru.. Beberapa tahun lalu, puluhan tahun silam tepatnya, ada satu momen perjalanan ayah ke luar kota di masa awal-awal kuliah. Seorang ayah dari kawan ayah, lupa tepatnya ayah dari siapa, tapi yang jelas ayah dari seorang kawan kuliah di sebuah kabupaten berkata kira-kira begini, "..Kalau bapak tinggal menjalani sisa hidup sebaik-baiknya di masa tua, tidak ada lagi yang harus dibuktikan, tinggal menjalani sisa hidup dan masa tua di sini.." Waktu mendengar narasi itu dari mulut bapak itu, pikiran dan hati ayah meronta.., " Hmm , mestinya hidup tidak dijalani dengan pandangan demikian, mestinya hidup harus terus bertarung dan berkembang." Tidak ada salahnya pandangan ayah kala itu, karena ayah masih muda kala itu. Fase dimana ayah masih dalam perjalanan masa muda yang penuh gelora dan pembuktian diri.  Kini, setelah semua hal yang telah terjadi,...

CHAPTER 415: PERAYAAN 19 TAHUN USIA PERNIKAHAN DI BANDUNG

Gambar
21 Juli 2026, sudah 19 tahun usia pernikahan kami. Sebuah perjalanan sederhana dilaksanakan menuju kota kembang Bandung sebagai perayaaan.  Perjalanan tersebut memang ada baiknya ditaruh di lembaran Blog ini. Ada banyak hal yang dipersiapkan dan terjadi dalam perjalanan tersebut, meski mungkin bukan kategori hal besar tapi tetap memiliki makna baik untuk dinarasikan.  Perjalanan menggunakan Yamaha Aerox 155 produksi tahun 2018 itu bukanlah perjalanan mudah dan sederhana. Biaya persiapan dan ongkos perjalanannya pun lumayan. Menurut catatan ayah mencapai angka Rp2,4 juta, sebuah angka yang lumayan untuk kategori keluarga mendang-mending seperti kita di kondisi in this economy , kalau kata anak-anak jaman now. Perjalanan ini pun lumayan berisiko. Selain skutik yang telah berusia delapan tahun itu fitur VVAnya sudah bermasalah, perjalanan pun kita lakukan berempat (ayah, bunda, Keanu, dan Wyatt). Lumayan sirkus dan berbahaya sih, tapi gak papalah sesekali hidup memang harus menga...

CHAPTER 414: TERUSLAH BERGERAK

Gambar
Di hitungan usia yang ayah semakin menua, di bagian sepertiga terakhir kalau merujuk pada usia Nabi Muhammad SAW, ayah tetap belajar untuk menguasai hal-hal baru.  Mungkin hitungannya belum piawai, tapi setidaknya ada hal-hal baru yang dikecapi dan dikerjakan. Menurut ayah, hal-hal seperti ini yang membuat alur hidup terus bergerak sebagai sesuatu nikmat baikNya untuk disyukuri.  Dalam dua tahun terakhir misalnya sejak tragedi kehidupan terpahit di awal tahun 2024, ayah belajar menguasai teknis pekerjaan media handling di level nasional (pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi), ayah belajar membuat website dealer cabang yang menurut data AI Gemini itu jauh lebih baik performanya dibanding website Head Office yang biaya pengerjaannya lebih dari setengah miliar. Ayah juga kini belajar mengembangkan konsep kegiatan menggandeng komunitas berdaya beli untuk meningkatkan potensi daya beli pada dealer Haka yang menggelar kegiatan yang ayah gagas.  Bukan jalan yang mudah, tapi just...

CHAPTER 413: TUCHEL SALAH STRATEGI, ATAU ARGENTINA MEMANG MEMAKSANYA?

Gambar
Kekalahan dramatis Inggris 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan satu nama yang langsung menjadi sasaran kritik: Thomas Tuchel.  Keputusan sang pelatih mengubah pendekatan permainan menjadi sangat defensif sejak menit ke-71 dianggap sebagai titik balik pertandingan. Saat itu Inggris sebenarnya masih memimpin 1-0 lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun setelah Gordon ditarik keluar dan digantikan bek Ezri Konsa untuk mengubah formasi menjadi lima bek, arah pertandingan berubah total. Banyak yang menilai keputusan tersebut seperti memberikan ruang bagi Argentina untuk menyerang tanpa henti. Benarkah demikian? Ketika Inggris Kehilangan Kendali Tuchel memiliki alasan yang dapat dipahami. Setelah unggul, Argentina terus meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui umpan silang. Menurut pengakuannya seusai laga, para pemain Argentina memenangi hampir setiap duel udara sehingga ia merasa perlu menambah jumlah pemain bertahan di dalam kotak p...

CHAPTER 412: SIKAP TERBAIK SAAT INI ADALAH DIAM DALAM KATA DAN TERUSLAH BERGERAK

Gambar
Ada saat ketika kemenangan terbaik bukan lahir dari banyak bicara, melainkan dari kemampuan untuk diam dan terus bergerak. Semifinal kedua Piala Dunia 2026 kembali mengingatkan saya pada hal itu. Diam bukan berarti menyerah. Diam bukan berarti kehilangan keberanian. Kadang diam justru menjadi bentuk pengendalian diri paling mahal. Sebaiknya, simpan energi untuk aksi dan sikap nyata perjuangan.  Bukan apa-apa, sehari sebelumnya saya sempat sekilas membaca informasi di media jika ada petisi yang telah ditandatangani lebih dari 6 juta orang agar timnas Argentina diusir keluar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.  Di tengah riuh tuntutan itu, Argentina justru memilih menjawab dengan cara yang paling sunyi: bermain. Tidak ada penjelasan lewat berondongan kata-kata, hanya aksi nyata. Determinasi dan keyakinan tanpa henti, mengoptimalkan seluruh kapasitas tenaga hingga di titik puncak sebelum peluit panjang dari sang pengadil di lapangan hijau Atlanta Stadium malam itu ditiupkan....

CHAPTER 411: 12 MENIT YANG MENGUBAH TAKDIR ARGENTINA

Gambar
Determinasi timnas Argentina di Piala Dunia 2026 harus diakui melewati batas-batas lazim yang dimiliki tim sepakbola. Meski berstatus juara bertahan sekaligus tim terbaik di dunia saat ini, ternyata jalannya tidak semudah itu. Cape Verde memaksa mereka bermain 120 menit, lalu di babak selanjutnya giliran Mesir yang memaksa Messi dan kawan-kawan melewati batas kemampuan mereka sebagai manusia biasa. Seakan memiliki cadangan energi level Dewa, para pemain timnas Argentina berhasil menaikkan tempo permainan dan serangan di 12 menit terakhir waktu normal babak kedua untuk mengejar defisit dua gol. Ya, tidak ada kata berakhir sebelum peluit wasit panjang dibunyikan. Suasana boleh terasa hening karena aura kekalahan nampak segera mendera, seakan mengirim sinyal jika inilah akhir perjalanan dari seorang legenda terbaik sepakbola di jagat raya. Tapi Messi memang berbeda, dia bergeming menolak untuk berhenti. Keras hatinya seperti didengar Semesta, ia ingin mengubah jalan takdir melalui t...