CHAPTER 401: SEMANGAT DAN RASA GEMBIRA HARUS ADA DI ATAS RASA TAKUT DAN TRAUMA
Menjelang ayah meninggalkan Tamalanrea di tahun 2001, ada semacam pertemuan antropologi internasional. Sempat ayah berinteraksi sedikit, ada sebuah cerita yang ayah ingat sampai sekarang. Ayah lupa detailnya cuma kira-kira begini narasinya, "Kalau sebuah bangsa masih mengurus bagian perut ke bawah, maka sepanjang itu pikiran dan rasanya tidak berjalan." Narasi itu menurut ayah erat sangat relevansinya dengan kondisi sekarang, terutama dengan kebijakan perintah di tahun 2026 ini yang menaikkan anggaran makan gratis jadi lima kali lipat dan menyerap anggaran Rp 355 triliun. Gokz setahun makan anggaran sebesar itu di tengah kondisi keprihatinan tentang jumlah PHK yang meningkat, kondisi kualitas sistem pendidikan dan kesejahteraan guru yang memprihatinkan, serta kesiapan menghadapi bonus demografi yang mencapai puncaknya di tahun 2035 - 2045. Alamak.. Dari sini, rasa kepercayaan lama sejak era Tamalanrea mengemuka kembali ke permukaan, jika proses kemiskinan dan pembodohan di n...