CHAPTER 423: HIPERREALITAS TERUS DIPAKSAKAN
Sudah beberapa hari sebelumnya ayah ingin menuliskan hal ini, tapi sangat sadar pula ada ada energi yang cukup untuk merajut diksinya, merangkai setiap penggalan abstraksi di kepala agar dapat menjadi rajutan yang utuh dan terstruktur apik. Memulai menurut ayah baiknya demikian, saat ini bangsa ini dalam fase titik terperosok dalam banget. Pangkalnya karena pucuk pimpinan negeri diduduki orang sakit yang merasa hebat dengan realitas semu di kepala dan hatinya yang sama sekali jauh dan kontras dengan realitas rakyat kebanyakan. Diperlukan sentuhan langsung Keajaiban untuk melengserkan dan menjatuhkannya. Ya, sudah mustahil berbicara pada orang tua yang merasa segala sesuatunya baik-baik saja, di saat keadaan nyata sama sekali tidak demikian. Kasihan memang negeri ini, sangat kasihan. Kita dilingkupi berada di fase yang disebut oleh seorang filsuf asal Perancis, Jean Baudrillard, sebagai Hiperrealitas yaitu kondisi antara batas kenyataan dan fantasi/simulasi menjadi kabu...