Postingan

CHAPTER 401: SEMANGAT DAN RASA GEMBIRA HARUS ADA DI ATAS RASA TAKUT DAN TRAUMA

Gambar
Menjelang ayah meninggalkan Tamalanrea di tahun 2001, ada semacam pertemuan antropologi internasional. Sempat ayah berinteraksi sedikit, ada sebuah cerita yang ayah ingat sampai sekarang. Ayah lupa detailnya cuma kira-kira begini narasinya, "Kalau sebuah bangsa masih mengurus bagian perut ke bawah, maka sepanjang itu pikiran dan rasanya tidak berjalan." Narasi itu menurut ayah erat sangat relevansinya dengan kondisi sekarang, terutama dengan kebijakan perintah di tahun 2026 ini yang menaikkan anggaran makan gratis jadi lima kali lipat dan menyerap anggaran Rp 355 triliun. Gokz setahun makan anggaran sebesar itu di tengah kondisi keprihatinan tentang jumlah PHK yang meningkat, kondisi kualitas sistem pendidikan dan kesejahteraan guru yang memprihatinkan, serta kesiapan menghadapi bonus demografi yang mencapai puncaknya di tahun 2035 - 2045.  Alamak.. Dari sini, rasa kepercayaan lama sejak era Tamalanrea mengemuka kembali ke permukaan, jika proses kemiskinan dan pembodohan di n...

CHAPTER 400: MY LAST DANCE

Gambar
Aku harus mencatatkan tanggal 30 Desember 2025 di Blog kelas secangkir kopi ini. Ini soal pencapaian dari harapan yang teguhkan dari satu setengah tahun lalu, " This should be my last dance ". Sebuah pencapaian setelah titik jatuh terburuk di sepanjang hidup yang telah berhasil mengendapkan trauma dan rasa bergidik yang cukup dalam. Setiap KRL melintasi lintasannya dari Stasiun Pasar Minggu ke Stasiun Pasar Minggu Baru, pasti tergiang tentang jalan kesedihan, nama yang kuberikan untuk mengenang momen pahit itu.  Pernah mengalami roller-coaster kehidupan beberapa kali, namun untuk momen kuldesak seingatku baru saat itu.  Kembali ke momen tanggal 30 Desember 2025, sebuah pesan dari mbak Nabiilah staf HCBP di tempat bekerja saat ini, " siang pa derry izin info untuk hasil presentasi kemarin rekomendasinya karyawan tetap ya pak untuk SK nya sudah dikirimkan via email, terimakasih pak sebelumnya. " Lega rasanya, Tuhan Maha Baik. Alhamdulillah. Itulah kenapa sebandel-band...

CHAPTER 399: HARI JADI & MANTAP KEANU

Gambar
Hari ini ayah merayakan hari jadi, 3 November 2025. Tepat sehari sebelumnya, seperti ada pertanda dari langit yang membuat ayah agak lebih tenang dari rasa risau dan kekhawatiran.  Ya, Keanu ternyata sudah puluhan kali melakukan transaksi penjualan akun game. Padahal ayah sempat meragukan dan mengkhawatirkan masa depan kalian dengan kualitas dan persiapan masa depan yang kalian punya saat ini.  Ternyata sudut pandang ayah masih saja sempit dan terbatas. Masih banyak hal yang belum sanggup ayah lihat, kalkulasi, dan prediksikan ke depan.  Pencapaian Keanu membuat ayah agak lebih tenang, seakan Tuhan mengirim isyarat, "der, Aku lebih tahu dan paham tentang anak-anak yang telah dititipkan kepadamu. Berusahalah sebaik-baiknya, tapi khawatirlah seperlunya saja, jangan terlalu banyak dan berlebihan. Biar bisa tetap sehat batin dan pikiranmu."  Ya, ayah jadi lebih tenang. Mudah-mudahan sih di sisa hidup ayah bisa tetap terisi dengan kebaikan dan jatah jatuhnya sudah habis d...

CHAPTER 398: PILIHAN UNTUK TERUS MENGGELINDING

Gambar
Di negeri ini, setelah sekian lama ayah masih meyakini satu hal jika ada pola kebohongan yang senang digulirkan para pemangku kepentingan secara terus menerus untuk membentuk rekayasa fakta. Dan, dengan karakter yang rendah kemampuan filter dan juga minim literasi berkualitas, pola ini jadi banyak dikonsumsi masyarakat.  Tidak heran jika masyarakat negeri ini sejak lama hidup di dalam realitas yang terkonstruksi secara terpola. Sederhananya ilusi realitas.  Fakta lain, ada saja orang-orang yang dapat memanfaatkan celah ini sebagai peluang dan mereka berhasil mendapatkan keuntungan yang bisa jadi besar. Bahkan ayah meyakini, bahkan posisi pun dapat diraih oleh orang-orang berkarakter demikian.  Ya, di negeri ini kemampuan manipulasi dibalut kontroversi dapat menjadi bekal yang lumayan untuk sukses. Meski tentu saja faktor keberuntungan atau garis nasib juga menyertai keberhasilan mereka. Mungkin saja Tuhan ingin menunjukkan jika aura gelap pun bisa duduk di kursi kekuasaan...

CHAPTER 397: HARAPAN

Gambar
Rasanya setiap manusia normal akan memiliki harapan jika setiap akhir cerita sedianya berakhir bahagia. Tapi takdir hidup biasanya punya keputusannya sendiri, tanpa dapat diintervensi oleh setiap manusianya.  Aku pun demikian, pengen banget di sisa hidup dapat berakhir bahagia. Cita-citanya ingin mengantarkan anak-anak hingga cukup mandiri dan dewasa, serta membahagiakan pasangan hidup sebelum sepenggal kesempatan napas terakhir terjadi. Rasanya itu saja yang menjadi motor penggerak untuk berjalan dan memulai hari setiap pagi, serta pulang tetap semangat setelah senja berganti datangnya awal malam.  Hingga gelombang-gelombang, atau bisa jadi ombak kehidupan datang cukup tinggi menguji ketegaran jejak kaki berpijak.    Di kepalaku tergiang, bagaimana jika ceritaku juga tidak berakhir menyenangkan?! Haruskah aku kecewa dan sedih, lalu merutuk.. Hmm, jawaban terkuatnya masih entahlah.. Pikiran masih belum bisa memformulasi jawaban lebih jauh yang melegakan atau bahkan m...

CHAPTER 396: MAKASSAR

Gambar
Entah kenapa setiap kali hendak jatuh dan merasa di tepi jurang kehidupan, ayah selalu mengingat satu tempat di bumi yang namanya Makassar.  Mungkin ini yang disebut kerinduan pada kampung halaman. Pikiran ayah masih sering terngiang jika kota ini yang masih berkenan memeluk ayah lebih hangat lebih baik, seperti perwujudan kasih Tuhan dalam bentuk fisik tapi bukan dalam format manusia.  Mungkin bisa jadi ini hanya memori di pikiran ayah, mungkin di kenyataannya tidak demikian. Tapi memori itu masih sering kuat menyala di dalam diri ayah.  Meniti jalan setapak demi setapak di sana, meski mungkin saja kondisi riilnya sekarang sudah teramat asing pada ayah, tapi rasanya tetap gak mengapa. Seringkali di pikiran ayah, terbersit pikiran untuk menghabiskan masa tua dan sisa umur di sana. Berjalan kaki mengitari jalan-jalan kota, hingga akhirnya penghujung napas terakhir tiba dan saatnya perjalanan di bumi manusia ini berakhir menuju fase berikutnya.  Ayah tidak tahu apakah ...

CHAPTER 395: MENGHINDARI

Gambar
Judul di atas kesan negatifnya kuat, tapi ayah punya alasan untuk itu. Terutama untuk pertimbangan kesehatan mental, psikologis, hati, dan pikiran.   Di tengah dunia yang berjalan makin cepat, dan banyak hal-hal yang absurd terjadi di luar sana dan mendapat pemakluman, ayah berusaha banget menjaga kesehatan mental dan pikiran. Tentu saja tekanan tetap datang, khususnya masalah kejar-kejaran kebutuhan pemenuhan ekonomi di rumah. Ya, tidak ada makan siang gratis. Bahkan anggaran MBG pun kabar santernya menggerus dana alokasi pendidikan dan budget transfer ke darah (TKD) dipotong signifikan oleh pemerintah pusat yang menyebabkan para gubernur berbondong-bondong melakukan protes ke pusat tepatnya ke menteri keuangan di awal Oktober 2025 ini.  Ya, bisa jadi negeri ini menjadi negeri pertama yang kabarnya gagal memanfaatkan bonus demografi. Baru saja kemarin, ayah baca lagi kalau dana kebun binatang di Bandung dikorupsi. Gila gak?! Rezeki binatang saja disunat oleh orang-orang ...