Postingan

CHAPTER 408: JANGAN BIARKAN DRAMA BERKEMBANG DALAM DIRIMU!

Gambar
Beberapa hari lalu, ayah sempat dibuat tersentak pada situasi yang cukup membuat terperangah, "Bapak jangan terlalu banyak drama, saya paling gak suka dengan orang seperti itu. Bapak maunya apa?!" Jujur, di momen itu ayah justru kagum pada kemajuan respon emosional ayah yang tetap jauh lebih tenang, tidak merasa inferior juga. Meski tudingan itu menyentak, tapi ayah merasa tidak terpukul telak. Ya, tentu saja ada perasaan sakit yang timbul, tapi jujur terasa ringan. Nampaknya, pukulan hidup di episode yang terasa sangat berat mungkin menjadi pelajaran untuk lebih matang dan tenang menghadapi situasi hidup.  Sesaat, ayah bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku membiarkan drama berkembang dalam diriku? Apakah aku luruh dalam drama yang melelahkan, atau memang situasinya yang memang banyak rintangan untuk menemukan jalan keluar?" Setelah menelaah sesaat dan tidak butuh waktu lama, ayah berpikir lebih kepada opsi kedua. Ya, ada banyak rintangan untuk mencipta jalan kelu...

CHAPTER 407: TITIK TERENDAH NEGERI!

Gambar
Saat ini, ayah percaya negeri tengah berada di tangan kepemimpinan terburuk sepanjang sejarah. Fantasinya jauh melebihi realitas. Saat negeri tengah semakin terpuruk dan terburuk, ia masih merasa semuanya baik-baik saja. Tadi pagi, ayah berpikir dan merenung, bahaya jika memang republik berada di tangan orang yang tidak pernah keprihatinan di titik nadir. Alhasil dia tumbuh dengan jarak terlalu jauh dari realitas negeri yang tumbuh semai di kalangan sahaya. Ia gagal mendeteksi dan berinteraksi dengan jiwa negeri yang sebenarnya.   Bahaya banget.. Entah bagaimana menggambarkannya di sisi rasa rakyat, yang sepertinya sudah terbiasa dengan kezaliman sistem politik, hukum, dan keamanan di negeri ini.  Sudah teramat buruk memang sistemnya, beranakpinak dan tidak membiarkan ada orang baik untuk masuk dan menggantikan eksistensi mereka yang sudah temurun membangun jalan istana kegelapan.  Sekalinya ada, skenario post-truth bakal digelindingkan secara sistematis tanpa ada ya...

CHAPTER 406: BERTARUNGLAH SEBAIK-BAIKNYA, BIAR TUHAN YANG MEMBERKAHI SETIAP PERTARUNGANMU!

Gambar
  Sudah cukup lama nian tidak mampir ke blog ini, meninggalkan catatan-catatan hidup lately.. Ya, rasanya banyak hal mestinya yang bisa ditorehkan sebagai catatan hidup, sekaligus tetap mengasah daya kritis dan sekaligus melatih memori untuk tetap kuat merekam banyak kejadian. Bila tidak, sama saja dengan membiarkan pikiran dan hati melemah untuk mendeteksi, untuk mengecapi situasi, dan berimbas pada kemampuan sudut pandang yang rendah dan rapuh.  Ya, setidaknya setiap dari kita harus tetap tangguh hingga di ujung cerita, sekalipun penyaksinya hanya diri sendiri dan juga Sang Pencipta tentunya. Itu menurutku dapat menjadi tanda kita bersyukur atas karunia hidupNya. Kita memang seyogyanya harus makin kuat ke depannya, apalagi di era post-truth dan juga fenomena AI yang semakin menguat dan mewarnai. Kita juga selaiknya harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri sendiri pada situasi-situasi ketidaknyamanan yang melingkupi, cukup yakin saja jika Tuhan pasti ada dengan sinarNy...

CHAPTER 405: BINIKU

Gambar
Sudah beberapa waktu lalu, aku ingin menulis ini. Bukan hal baru memang, ini lagi-lagi soal biniku.  Setelah lama perjalanan dengan banyak kerikil tajam dan juga jalanan terjal, kadang pernah juga berada di ujung jurang tanpa jalan keluar yang terlihat dari mata manusia biasa sepertiku. Tentu saja ada rasa dan suasana senang juga yang dilalui layaknya siklus manusia biasa pada umumnya.  Ya kehidupan kami memang tidak sempurna, banyak celah kelemahannya. Tapi (salah satu kata khasku dari dulu untuk menolak menyerah), jika tidak bersamamu harus bersama siapa lagi aku melewati keseruan ini.  Ya, ada banyak rasa suka telah timbul dan ada di sepanjang perjalanan lalu, Tapi (lagi-lagi kata kesukaanku hadir :d), bersamamulah aku melewati masa terlama dan kesesuaian terjauh.  Ya, aku bukanlah tipe manusia yang nyaman dengan banyak orang dan keramaian sejak kanak-kanak. Ruangku selalu terbatas dengan sedikit orang, Ruang seperti itu justru yang membuatku nyaman, tidak kelelah...

CHAPTER 404: MEKANISME PERTAHANAN TERBAIK

Gambar
Banyak hal kebijakan super brengsek yang terjadi akhir-akhir ini di pemerintahan. Saking banyaknya, jadi speechless mau komentari atau respon yang mana. Menurut ayah, ini pemerintahan terburuk yang pernah terjadi selama sejarah negeri.  Satu di antara kebijakan tentu yang paling buat banyak orang gusar adalah digerusnya dana pendidikan untuk program makan-makan yang sepertinya buat membayar para bohir penunjang saat kampanye.  Dari sini, premis jika upaya pembodohan dan kemiskinan dibiarkan secara struktural selama sejarah republik semakin valid dan sahih. Bayangkan kebijakan untuk urusan perut ke bawah yang bakal jadi tokai, berada di atas kebijakan pengembangan kemampuan akal dan rasa. Gaji-gaji guru tetap rendah, dan saat PHK tengah merajelela serta potensi bonus demografi di depan mata belum ada bahkan semakin jauh untuk diterapkan atau diputuskan. Ayah pikir, orang-orang yang sukses duduk di kursi-kursi penting dan krusial di pemerintahan bukan karena kemampuannya dan ci...

CHAPTER 403: JADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK

Gambar
Namanya juga manusia biasa, pasti ada ruang kesalahan dalam tiap perjalanan. Penting kemudian dapat menyadari kesalahan tersebut, menemukan pencetus atau penyebabnya, lalu memperbaikinya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Setidaknya untuk diri sendiri dulu.  Beberapa kali mendapatkan petuah ini juga dalam perjalanan, "Kau punya dua telinga, dan cuma satu mulut, maka lebih banyak gunakan dua telingamu ketimbang dominan di satu mulutmu." Atau petuah lainnya, "Mulutmu adalah harimaumu." Maknanya, kekuatan mulut dapat menjadi kekuatan atau malah bisa berbalik membayakan dirimu. Maka lebih hati-hatilah dalam berucap. Jika belum yakin, mending diam dibanding mengundang masalah.  Salah satu solusi terbaru di era ayah dalam beberapa tahun terakhir mengemuka adalah pemahaman tentang stoikisme. Menurut ChatGPT, inti dari stoikisme adalah " Kendalikan pikiran dan tindakanmu, terima yang di luar kendalimu, dan hiduplah dengan karakter yang baik. " Ya menjadi orang...

CHAPTER 402: "WHY" YANG MENGGERAKKAN DIRI

Gambar
Kamis pagi 5 Februari 2026 jadi momen yang prestisius buat ayah, karena dapat melihat Pung Adi berbicara selama kurang lebih dua jam tentang perjalanan hidup beliau hingga bisa berada di titik setinggi sekarang.  Ayah jadi makin percaya kalau Pung Adi itu lebih mirip perjalanan Messi ketimbang Ronaldo, karunia kemampuannya yang brilian lebih menyerupai " gift " dibanding "kerja keras dan kedisiplinan". Ya, kedua unsur terakhir itu tetap ada dan kuat sebagaimana Messi tentunya. Argumentasinya cara dan gestur Pung Adi bicara dan bergerak selama momen tersebut lebih menunjukkan kepada sosok-sosok orang jenius seperti figur Habibie, dibanding karisma pemimpin yang kaku pada umumnya. Rasanya audiens di Meeting Room - Artotel Senayan mayoritas akan sepakat dengan pandangan ayah ini.  Di situlah pula momen ini jadi berharga tinggi, karena rasa kejujuran lebih kuat dan dominan dibanding pola pemaparannya. Nah, karena itu pula unsur kelebihan individualnya lebih mengemuka da...