Postingan

CHAPTER 421: ANOMALI TANPA SINTESA

Gambar
Ada semakin banyak hal janggal di negeri ini, dan menurut ayah tidak harus memaksakan diri untuk menemukan sintesa atau titik temunya. Terkadang, memang harus sekadar dibiarkan, dimengerti sebagai rangkaian anomali, tanpa perlu diubah atau dihadang. Memang sebagian jalur yang mereka gerus memakan hak kita, menyisakan ironi dan keprihatinan dalam hati dan pikiran Toh, biar bagaimana pun kita hanyalah manusia biasa yang dipaksa menelan ludah dari sikap dan tindakan tamak yang melintasi jalan kita, sembari mengambil bagian kita dengan paksa secara terbuka. Melawan? Mestinya mungkin iya, kalau hanya mengedepankan respon emosional sesaat, tapi setelah ditelaah lebih lanjut, kita bukanlah lawan sebanding dari para penjajah penindas itu. Mudah mereka mengalahkan kita, menghempaskan kita dalam satu kibasan tangan, atau satu sepakan saja. Selagi masih bisa dihindari dan kita masih bisa melanjutkan langkah hidup, rasanya memang baiknya menghindar. Biar Sang Penciptanya, Sang Semesta, yang kelak ...

CHAPTER 420: SEBUAH RENUNGAN

Gambar
Saat narasi ini dibuat Minggu 13 September 2026, ada banyak persoalan masyarakat di kota tempat ayah tumbuh dulu, Makassar.  Mulai dari krisis air bersih, antrian panjang BBM, pemadaman listrik bergilir, kelangkaan LPG 3 kg, konflik sengketa lahan, hingga yang tidak pernah hilang sejak ayah dulu di sana dulu yaitu kriminalitas jalanan.  Miris buat ayah mengetahui hal tersebut, karena sebagaimana kalian tahu kota itu memiliki keterkaitan sangat kuat dengan ayah. Di sana, menjadi satu-satunya kota yang bersedia memeluk ayah kala jatuh dan meringis, kota yang juga sekaligus menempa ayah untuk menjadi laki-laki yang kuat dan tidak mudah menyerah apalagi menangis. Itulah kenapa setiap ada hal yang menyakitkan terjadi di sana, meski terpisah ribuan kilometer dan sudah tidak menetap di sana selama 25 tahun terakhir, Makassar tetap saja menjadi kampung halaman ayah. Padepokan penempaan perkembangan ayah sejak kanak-kanak hingga selepas masa kuliah. Ironi Dasar Sistem Pendidikan Disori...

CHAPTER 419: BAHKAN SEORANG PECUNDANG PUN WAJIB UNTUK TERUS BERDIRI!

Gambar
Hingga di titik ini, Minggu 6 September 2026, ayah semakin menyadari jika proses melalui menjalani hidup tidaklah semudah rangkaian kata-kata bijak di sosial media. Setiap saat situasi dapat berubah, baik dari sedih ke marah, dari marah ke gusar, dari gusar ke kecewa, dari kecewa ke bahagia.  Kuncinya kemudian mungkin di keteguhan hati, ketetapan rasa, ketenangan cara pandang, ketentraman proses berpikir, kedamaian dalam cara melihat.  Sebagai mahluk normal, setiap dari kita tentunya berharap mendapatkan kebahagiaan, menggenggam memeluknya sedemikian rupa selama-lamanya. Tapi, angan tidak serta merta menjadi demikian di kenyataan, di kehidupan nyata.  Terkadang, bahkan bisa jadi acap kali harapan tinggal menjadi harapan, karena kenyataan punya alur takdir dan cara kerja yang berbeda di setiap persimpangan jalan. Kita dapat melihat jelas arah posisi dan makna kebahagiaan itu, tepat di depan mata, dekat dari pencium rasa di hidung, tergiang lekat di pikiran, namun posisinya...

CHAPTER 418: SEJENAK KELUAR DARI LINGKARAN UNTUK MELIHAT DAN BERSIKAP LEBIH JERNIH

Gambar
Kemarin ayah kembali berpikir, memang ada baiknya terkadang mengambil langkah untuk keluar dari lingkaran untuk melihat, berpikir, dan  menyikapi sesuatu lebih jernih.  Ya, kita seyogyanya hanyalah manusia biasa. Bereaksi terus pada sesuatu hal yang sedari awal disadari tidak akan mengantarkan ke mana-mana dan nilai-nilai baru bisa jadi acap kali akan melelahkan. Hanya menguras emosi dan tidak memberikan makna baik.  Pada situasi seperti ini, ayah berpikir tidak ada salahnya mengalah dan tidak meneruskan pertarungan, perbincangan. Menang juga tidak berarti apa-apa, hanya sekadar memuaskan emosi dan ego sesaat. Diam dan melanjutkan langkah, menyimpan energi untuk hal-hal yang seyogyanya lebih penting. Tidak semua ruang pertarungan harus diladeni dan dimenangkan. Kapasitas energi biar bagaimana terbatas, kita harus mampu taktis dan bijaksana untuk mengggunakannya secara proporsional. Sederhanya, harus mampu terus belajar untuk membuat skala prioritas, mencanangkan timetable...

CHAPTER 417: MENCARI SEKEPING KEBAHAGIAAN

Gambar
Ada banyak hal yang nyangkut di kepala pikiran dan hati ayah di pekan lalu selama di Surabaya dari tanggal 24 - 27 Agustus 2026.  Detail kejadiannya tidak menjadi fokus ayah dalam penjabaran atau narasi kali ini, namun setiap item persoalan sepertinya dapat ayah urai, yaitu sebagai berikut:  - tentang tekanan dan kelelahan psikis - tentang scenaio building - tentang trap atau jebakan kehidupan - tentang draining energy - tentang keterbatasan energi di usia yang tidak lagi muda - tentang alokasi penggunaan energi menjalani hidup secara proporsional dan taktis - tentang kepingan harapan di sisa hidup Surabaya selama 4 hari itu menurut ayah adalah sebuah ujian hidup. Masalah sudah muncul dari awal keberangkatan di rumah menuju bandara, hingga jadi momen pertama kali ayah dalam hidup ketinggalan pesawat.  Selama empat hari itu ternyata ada di kawasan paling elit di kota itu, di kawasan Surabaya Barat. Pantas saja, ayah makin merasa sesak. Ya, semakin ke sini, semakin ayah sad...

CHAPTER 416: SETELAH SEMUA YANG TERJADI

Gambar
Kamis, 20 Agustus 2026 03:22 WIB Ya, setelah semua hal yang telah terjadi, ayah merasa sampai pada sebuah tahapan kesadaran baru.. Beberapa tahun lalu, puluhan tahun silam tepatnya, ada satu momen perjalanan ayah ke luar kota di masa awal-awal kuliah. Seorang ayah dari kawan ayah, lupa tepatnya ayah dari siapa, tapi yang jelas ayah dari seorang kawan kuliah di sebuah kabupaten berkata kira-kira begini, "..Kalau bapak tinggal menjalani sisa hidup sebaik-baiknya di masa tua, tidak ada lagi yang harus dibuktikan, tinggal menjalani sisa hidup dan masa tua di sini.." Waktu mendengar narasi itu dari mulut bapak itu, pikiran dan hati ayah meronta.., " Hmm , mestinya hidup tidak dijalani dengan pandangan demikian, mestinya hidup harus terus bertarung dan berkembang." Tidak ada salahnya pandangan ayah kala itu, karena ayah masih muda kala itu. Fase dimana ayah masih dalam perjalanan masa muda yang penuh gelora dan pembuktian diri.  Kini, setelah semua hal yang telah terjadi,...

CHAPTER 415: PERAYAAN 19 TAHUN USIA PERNIKAHAN DI BANDUNG

Gambar
21 Juli 2026, sudah 19 tahun usia pernikahan kami. Sebuah perjalanan sederhana dilaksanakan menuju kota kembang Bandung sebagai perayaaan.  Perjalanan tersebut memang ada baiknya ditaruh di lembaran Blog ini. Ada banyak hal yang dipersiapkan dan terjadi dalam perjalanan tersebut, meski mungkin bukan kategori hal besar tapi tetap memiliki makna baik untuk dinarasikan.  Perjalanan menggunakan Yamaha Aerox 155 produksi tahun 2018 itu bukanlah perjalanan mudah dan sederhana. Biaya persiapan dan ongkos perjalanannya pun lumayan. Menurut catatan ayah mencapai angka Rp2,4 juta, sebuah angka yang lumayan untuk kategori keluarga mendang-mending seperti kita di kondisi in this economy , kalau kata anak-anak jaman now. Perjalanan ini pun lumayan berisiko. Selain skutik yang telah berusia delapan tahun itu fitur VVAnya sudah bermasalah, perjalanan pun kita lakukan berempat (ayah, bunda, Keanu, dan Wyatt). Lumayan sirkus dan berbahaya sih, tapi gak papalah sesekali hidup memang harus menga...