Tuchel Salah Strategi, atau Argentina Memang Memaksanya?
Kekalahan dramatis Inggris 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan satu nama yang langsung menjadi sasaran kritik: Thomas Tuchel. Keputusan sang pelatih mengubah pendekatan permainan menjadi sangat defensif sejak menit ke-71 dianggap sebagai titik balik pertandingan. Saat itu Inggris sebenarnya masih memimpin 1-0 lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun setelah Gordon ditarik keluar dan digantikan bek Ezri Konsa untuk mengubah formasi menjadi lima bek, arah pertandingan berubah total. Banyak yang menilai keputusan tersebut seperti memberikan ruang bagi Argentina untuk menyerang tanpa henti. Benarkah demikian? Ketika Inggris Kehilangan Kendali Tuchel memiliki alasan yang dapat dipahami. Setelah unggul, Argentina terus meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui umpan silang. Menurut pengakuannya seusai laga, para pemain Argentina memenangi hampir setiap duel udara sehingga ia merasa perlu menambah jumlah pemain bertahan di dalam kotak p...