Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

CHAPTER 413: TUCHEL SALAH STRATEGI, ATAU ARGENTINA MEMANG MEMAKSANYA?

Gambar
Kekalahan dramatis Inggris 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan satu nama yang langsung menjadi sasaran kritik: Thomas Tuchel.  Keputusan sang pelatih mengubah pendekatan permainan menjadi sangat defensif sejak menit ke-71 dianggap sebagai titik balik pertandingan. Saat itu Inggris sebenarnya masih memimpin 1-0 lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun setelah Gordon ditarik keluar dan digantikan bek Ezri Konsa untuk mengubah formasi menjadi lima bek, arah pertandingan berubah total. Banyak yang menilai keputusan tersebut seperti memberikan ruang bagi Argentina untuk menyerang tanpa henti. Benarkah demikian? Ketika Inggris Kehilangan Kendali Tuchel memiliki alasan yang dapat dipahami. Setelah unggul, Argentina terus meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui umpan silang. Menurut pengakuannya seusai laga, para pemain Argentina memenangi hampir setiap duel udara sehingga ia merasa perlu menambah jumlah pemain bertahan di dalam kotak p...

CHAPTER 412: SIKAP TERBAIK SAAT INI ADALAH DIAM DALAM KATA DAN TERUSLAH BERGERAK

Gambar
Ada saat ketika kemenangan terbaik bukan lahir dari banyak bicara, melainkan dari kemampuan untuk diam dan terus bergerak. Semifinal kedua Piala Dunia 2026 kembali mengingatkan saya pada hal itu. Diam bukan berarti menyerah. Diam bukan berarti kehilangan keberanian. Kadang diam justru menjadi bentuk pengendalian diri paling mahal. Sebaiknya, simpan energi untuk aksi dan sikap nyata perjuangan.  Bukan apa-apa, sehari sebelumnya saya sempat sekilas membaca informasi di media jika ada petisi yang telah ditandatangani lebih dari 6 juta orang agar timnas Argentina diusir keluar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.  Di tengah riuh tuntutan itu, Argentina justru memilih menjawab dengan cara yang paling sunyi: bermain. Tidak ada penjelasan lewat berondongan kata-kata, hanya aksi nyata. Determinasi dan keyakinan tanpa henti, mengoptimalkan seluruh kapasitas tenaga hingga di titik puncak sebelum peluit panjang dari sang pengadil di lapangan hijau Atlanta Stadium malam itu ditiupkan....

CHAPTER 411: 12 MENIT YANG MENGUBAH TAKDIR ARGENTINA

Gambar
Determinasi timnas Argentina di Piala Dunia 2026 harus diakui melewati batas-batas lazim yang dimiliki tim sepakbola. Meski berstatus juara bertahan sekaligus tim terbaik di dunia saat ini, ternyata jalannya tidak semudah itu. Cape Verde memaksa mereka bermain 120 menit, lalu di babak selanjutnya giliran Mesir yang memaksa Messi dan kawan-kawan melewati batas kemampuan mereka sebagai manusia biasa. Seakan memiliki cadangan energi level Dewa, para pemain timnas Argentina berhasil menaikkan tempo permainan dan serangan di 12 menit terakhir waktu normal babak kedua untuk mengejar defisit dua gol. Ya, tidak ada kata berakhir sebelum peluit wasit panjang dibunyikan. Suasana boleh terasa hening karena aura kekalahan nampak segera mendera, seakan mengirim sinyal jika inilah akhir perjalanan dari seorang legenda terbaik sepakbola di jagat raya. Tapi Messi memang berbeda, dia bergeming menolak untuk berhenti. Keras hatinya seperti didengar Semesta, ia ingin mengubah jalan takdir melalui t...

CHAPTER 410: MY ORDINARY LAST DANCE

Gambar
Tepat 1 Juli 2026, satu di antara sahabat terbaikku berpulang ke Rahmatullah di usia 50 tahun. Masih tergiang kisah kami dulu saat masih remaja di kamarnya yang terletak di gang kecil di samping SMPN 3 Makassar.  Kepulan asap Marlboro merah dengan secangkir kopi diiringi musik dari kaset GNR atau Slank di alat pemutar miliknya. Hanya seperti itu rasanya kami berdua sudah merasa cukup keren di masanya.  Tidak banyak cerita verbal mengemuka, hanya sebatas ngopi, mengisap rokok, dan sekadar menikmati alunan musik.  Ya, meski demikian sudah cukup membuat Acho Amril sebagai kategori sahabat rasa saudara kental di masa remaja, zaman putih abu-abu.  Meski posturnya kecil, tapi Acho Amril lincah dan gesit. Ia juga tidak pernah membiarkanku berkelahi sendiri jika ia ada.  Momen-momen kenangan itu kerap kali mencuat di kepalaku, termasuk ketika ia kembali ke Sang Khalik di tanggal tersebut di atas.  - Kepergian Acho Amril membuatku coba mengingat apa makna dari setia...

CHAPTER 409: KITA HARUS MAMPU MENGHIBUR DIRI DARI SETIAP LURUH

Gambar
Memasuki tahun ketiga IF, semakin ke sini makin mikir dan mindset yg tumbuh kalau makan lebih dari 2x sehari jadi merasa bersalah dan gak suka diri sendiri, karena porsi makanan berlebih sama saja membiarkan potensi penyakit masuk ke dalam diri secara cuma2, dan tentu saja berpotensi memperpendek rentang usia. Berbeda pendapat soal ini sah-sah saja tentu, namanya juga jalan ikhtiar masing2. Demikian juga stoik, mungkin sudah di tahun kedua berusaha konsisten menjalaninya. Dalam dan pada hal-hal yang berbeda dalam frame diri dan pola pikir gak harus selalu direspon, karena berpotensi semakin melelahkan secara psikologis, hal ini yang saya percaya. Mungkin juga karena pengaruh usia yang tidak lagi muda.. hahaha.. Hal yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan apa yang diri bisa, bukan lagi ke arah apa yang bisa saya ubah untuk dunia. Perspektif ini semakin jauh dari diri saya, insyaAllah. Saya gak punya kapasitas sedikit pun mengubah dunia, itu rasanya bukan berkah peranku, tapi saya perc...

CHAPTER 408: JANGAN BIARKAN DRAMA BERKEMBANG DALAM DIRIMU!

Gambar
Beberapa hari lalu, ayah sempat dibuat tersentak pada situasi yang cukup membuat terperangah, "Bapak jangan terlalu banyak drama, saya paling gak suka dengan orang seperti itu. Bapak maunya apa?!" Jujur, di momen itu ayah justru kagum pada kemajuan respon emosional ayah yang tetap jauh lebih tenang, tidak merasa inferior juga. Meski tudingan itu menyentak, tapi ayah merasa tidak terpukul telak. Ya, tentu saja ada perasaan sakit yang timbul, tapi jujur terasa ringan. Nampaknya, pukulan hidup di episode yang terasa sangat berat mungkin menjadi pelajaran untuk lebih matang dan tenang menghadapi situasi hidup.  Sesaat, ayah bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku membiarkan drama berkembang dalam diriku? Apakah aku luruh dalam drama yang melelahkan, atau memang situasinya yang memang banyak rintangan untuk menemukan jalan keluar?" Setelah menelaah sesaat dan tidak butuh waktu lama, ayah berpikir lebih kepada opsi kedua. Ya, ada banyak rintangan untuk mencipta jalan kelu...

CHAPTER 407: TITIK TERENDAH NEGERI!

Gambar
Saat ini, ayah percaya negeri tengah berada di tangan kepemimpinan terburuk sepanjang sejarah. Fantasinya jauh melebihi realitas. Saat negeri tengah semakin terpuruk dan terburuk, ia masih merasa semuanya baik-baik saja. Tadi pagi, ayah berpikir dan merenung, bahaya jika memang republik berada di tangan orang yang tidak pernah keprihatinan di titik nadir. Alhasil dia tumbuh dengan jarak terlalu jauh dari realitas negeri yang tumbuh semai di kalangan sahaya. Ia gagal mendeteksi dan berinteraksi dengan jiwa negeri yang sebenarnya.   Bahaya banget.. Entah bagaimana menggambarkannya di sisi rasa rakyat, yang sepertinya sudah terbiasa dengan kezaliman sistem politik, hukum, dan keamanan di negeri ini.  Sudah teramat buruk memang sistemnya, beranakpinak dan tidak membiarkan ada orang baik untuk masuk dan menggantikan eksistensi mereka yang sudah temurun membangun jalan istana kegelapan.  Sekalinya ada, skenario post-truth bakal digelindingkan secara sistematis tanpa ada ya...

CHAPTER 406: BERTARUNGLAH SEBAIK-BAIKNYA, BIAR TUHAN YANG MEMBERKAHI SETIAP PERTARUNGANMU!

Gambar
  Sudah cukup lama nian tidak mampir ke blog ini, meninggalkan catatan-catatan hidup lately.. Ya, rasanya banyak hal mestinya yang bisa ditorehkan sebagai catatan hidup, sekaligus tetap mengasah daya kritis dan sekaligus melatih memori untuk tetap kuat merekam banyak kejadian. Bila tidak, sama saja dengan membiarkan pikiran dan hati melemah untuk mendeteksi, untuk mengecapi situasi, dan berimbas pada kemampuan sudut pandang yang rendah dan rapuh.  Ya, setidaknya setiap dari kita harus tetap tangguh hingga di ujung cerita, sekalipun penyaksinya hanya diri sendiri dan juga Sang Pencipta tentunya. Itu menurutku dapat menjadi tanda kita bersyukur atas karunia hidupNya. Kita memang seyogyanya harus makin kuat ke depannya, apalagi di era post-truth dan juga fenomena AI yang semakin menguat dan mewarnai. Kita juga selaiknya harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri sendiri pada situasi-situasi ketidaknyamanan yang melingkupi, cukup yakin saja jika Tuhan pasti ada dengan sinarNy...

CHAPTER 405: BINIKU

Gambar
Sudah beberapa waktu lalu, aku ingin menulis ini. Bukan hal baru memang, ini lagi-lagi soal biniku.  Setelah lama perjalanan dengan banyak kerikil tajam dan juga jalanan terjal, kadang pernah juga berada di ujung jurang tanpa jalan keluar yang terlihat dari mata manusia biasa sepertiku. Tentu saja ada rasa dan suasana senang juga yang dilalui layaknya siklus manusia biasa pada umumnya.  Ya kehidupan kami memang tidak sempurna, banyak celah kelemahannya. Tapi (salah satu kata khasku dari dulu untuk menolak menyerah), jika tidak bersamamu harus bersama siapa lagi aku melewati keseruan ini.  Ya, ada banyak rasa suka telah timbul dan ada di sepanjang perjalanan lalu, Tapi (lagi-lagi kata kesukaanku hadir :d), bersamamulah aku melewati masa terlama dan kesesuaian terjauh.  Ya, aku bukanlah tipe manusia yang nyaman dengan banyak orang dan keramaian sejak kanak-kanak. Ruangku selalu terbatas dengan sedikit orang, Ruang seperti itu justru yang membuatku nyaman, tidak kelelah...

CHAPTER 404: MEKANISME PERTAHANAN TERBAIK

Gambar
Banyak hal kebijakan super brengsek yang terjadi akhir-akhir ini di pemerintahan. Saking banyaknya, jadi speechless mau komentari atau respon yang mana. Menurut ayah, ini pemerintahan terburuk yang pernah terjadi selama sejarah negeri.  Satu di antara kebijakan tentu yang paling buat banyak orang gusar adalah digerusnya dana pendidikan untuk program makan-makan yang sepertinya buat membayar para bohir penunjang saat kampanye.  Dari sini, premis jika upaya pembodohan dan kemiskinan dibiarkan secara struktural selama sejarah republik semakin valid dan sahih. Bayangkan kebijakan untuk urusan perut ke bawah yang bakal jadi tokai, berada di atas kebijakan pengembangan kemampuan akal dan rasa. Gaji-gaji guru tetap rendah, dan saat PHK tengah merajelela serta potensi bonus demografi di depan mata belum ada bahkan semakin jauh untuk diterapkan atau diputuskan. Ayah pikir, orang-orang yang sukses duduk di kursi-kursi penting dan krusial di pemerintahan bukan karena kemampuannya dan ci...

CHAPTER 403: JADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK

Gambar
Namanya juga manusia biasa, pasti ada ruang kesalahan dalam tiap perjalanan. Penting kemudian dapat menyadari kesalahan tersebut, menemukan pencetus atau penyebabnya, lalu memperbaikinya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Setidaknya untuk diri sendiri dulu.  Beberapa kali mendapatkan petuah ini juga dalam perjalanan, "Kau punya dua telinga, dan cuma satu mulut, maka lebih banyak gunakan dua telingamu ketimbang dominan di satu mulutmu." Atau petuah lainnya, "Mulutmu adalah harimaumu." Maknanya, kekuatan mulut dapat menjadi kekuatan atau malah bisa berbalik membayakan dirimu. Maka lebih hati-hatilah dalam berucap. Jika belum yakin, mending diam dibanding mengundang masalah.  Salah satu solusi terbaru di era ayah dalam beberapa tahun terakhir mengemuka adalah pemahaman tentang stoikisme. Menurut ChatGPT, inti dari stoikisme adalah " Kendalikan pikiran dan tindakanmu, terima yang di luar kendalimu, dan hiduplah dengan karakter yang baik. " Ya menjadi orang...

CHAPTER 402: "WHY" YANG MENGGERAKKAN DIRI

Gambar
Kamis pagi 5 Februari 2026 jadi momen yang prestisius buat ayah, karena dapat melihat Pung Adi berbicara selama kurang lebih dua jam tentang perjalanan hidup beliau hingga bisa berada di titik setinggi sekarang.  Ayah jadi makin percaya kalau Pung Adi itu lebih mirip perjalanan Messi ketimbang Ronaldo, karunia kemampuannya yang brilian lebih menyerupai " gift " dibanding "kerja keras dan kedisiplinan". Ya, kedua unsur terakhir itu tetap ada dan kuat sebagaimana Messi tentunya. Argumentasinya cara dan gestur Pung Adi bicara dan bergerak selama momen tersebut lebih menunjukkan kepada sosok-sosok orang jenius seperti figur Habibie, dibanding karisma pemimpin yang kaku pada umumnya. Rasanya audiens di Meeting Room - Artotel Senayan mayoritas akan sepakat dengan pandangan ayah ini.  Di situlah pula momen ini jadi berharga tinggi, karena rasa kejujuran lebih kuat dan dominan dibanding pola pemaparannya. Nah, karena itu pula unsur kelebihan individualnya lebih mengemuka da...

CHAPTER 401: SEMANGAT DAN RASA GEMBIRA HARUS ADA DI ATAS RASA TAKUT DAN TRAUMA

Gambar
Menjelang ayah meninggalkan Tamalanrea di tahun 2001, ada semacam pertemuan antropologi internasional. Sempat ayah berinteraksi sedikit, ada sebuah cerita yang ayah ingat sampai sekarang. Ayah lupa detailnya cuma kira-kira begini narasinya, "Kalau sebuah bangsa masih mengurus bagian perut ke bawah, maka sepanjang itu pikiran dan rasanya tidak berjalan." Narasi itu menurut ayah erat sangat relevansinya dengan kondisi sekarang, terutama dengan kebijakan perintah di tahun 2026 ini yang menaikkan anggaran makan gratis jadi lima kali lipat dan menyerap anggaran Rp 355 triliun. Gokz setahun makan anggaran sebesar itu di tengah kondisi keprihatinan tentang jumlah PHK yang meningkat, kondisi kualitas sistem pendidikan dan kesejahteraan guru yang memprihatinkan, serta kesiapan menghadapi bonus demografi yang mencapai puncaknya di tahun 2035 - 2045.  Alamak.. Dari sini, rasa kepercayaan lama sejak era Tamalanrea mengemuka kembali ke permukaan, jika proses kemiskinan dan pembodohan di n...