CHAPTER 400: MY LAST DANCE
Pernah mengalami roller-coaster kehidupan beberapa kali, namun untuk momen kuldesak seingatku baru saat itu.
Kembali ke momen tanggal 30 Desember 2025, sebuah pesan dari mbak Nabiilah staf HCBP di tempat bekerja saat ini, "siang pa derry izin info untuk hasil presentasi kemarin rekomendasinya karyawan tetap ya pak untuk SK nya sudah dikirimkan via email, terimakasih pak sebelumnya."
Lega rasanya, Tuhan Maha Baik. Alhamdulillah. Itulah kenapa sebandel-bandelnya aku, tidak pernah tercetus keinginan insya Allah untuk meninggalkan Shalat. Sebisa mungkin di awal waktu, karena ini satu-satunya cara terbaikku untuk berterima kasih pada Sang Pemilik Kehidupan, Sang Pengatur Jalannya Semesta ini.
Sebelumnya di bulan November 2025, sempat memang tercetus rasa berdebar bagaimana jika aku sudah selesai?! Namun, memasuki awal di Desember 2025 rasa gelisah itu sudah lenyap. Tercetus sebuah solusi untuk kembali ke Makassar seorang diri, meratapi kegagalan sekaligus membuang diri. Setidaknya aku ingin mati di tempat yang kusebut sebagai kampung halaman, dimanapun itu di setiap sudut kota.
Tapi Tuhan memang Maha Baik, keinginan membuang diri itu tidak lebih dari sekadar lintasan awan hitam keinginan. Kabar keputusan dari tempat kerja ini luar biasa alhamdulillah berhasil menguburnya sirna, karena sempat terpikir juga kalau pun dilanjutkan mungkin hanya sebatas perpanjangan kontrak, mengingat umurku yang sudah tidak muda. Apalagi dari isi UU Cipta Kerja yang aku tahu dari rezim lalu, kabarnya ada poin perpanjangan kontrak itu bisa hingga lima tahun dan sangat tidak menguntungkan kelas pekerja.
Alhamdulillah hal itu tidak terjadi, hasil keputusannya maksimal aku stay sebagai karyawan tetap menjadi Asisten Manager Media Relation & Website Management. Buatku ini keren banget, ini sudah sesuai ekspektasi terbaikku saat ini.
Terima kasih Allah SWT, orang-orang berhati Malaikat yang telah berkenan berbaik hati menjadi perantara kebaikan Tuhan dalam wujud manusia, tentu saja dalam hal ini Pung Adi, istriku Yonna, dan anak-anakku tercinta yang senantisa menjadi motivasi terbaikku untuk bertahan dan terus melangkah sebagai bentuk tanggungjawab.
Saat Aray pergi lebih dulu beberapa tahun silam, aku sempat memang berucap pada Tuhan dalam hati, "Try me, God. Give me a lot." sebagai bentuk protes kesedihan di pinggir jalan Pasar Minggu menuju Pancoran, dan kata orang hati-hati dengan ucapanmu yang dapat berpotensi menjadi doa. Kejadiannya benar-benar terjadi padaku, dari orang yang sempat berpikir untuk tidak menikah dan punya anak, sekarang ini ada empat orang anak di kehidupanku. Satu putri sulung dan tiga adik laki-lakinya.
Tuhan memang Maha Baik, Maha Mengetahui dan Maha Pengatur segalanya.
Kini, aku hanya perlu meniti jalan tarian terakhirku, sebelum masa pensiun tiba. Masih ada beberapa tahun ke depan insya Allah, semoga tetap sehat dan masih dapat terus mengembangkan kemampuan diri sebaik-baik sebesar-besar setinggi-tingginya.
Di satu momen di tanggal 31 Desember 2025, aku sempat satu LRT dan KRL dengan Ghina staf HCBP lainnya yang juga pulang ke arah Bogor. Di satu momen Ghina menyampaikan kabar, "Selamat yah, pak. Nanti ada koreksi di kenaikan pendapatan. Saya belum tahu berapa besarnya, karena baru dapat berkasnya kemarin. Cuma di Januari mestinya masih prorata, namun di Februari baru penuh."
Wow, Alhamdulillah. Terima kasih sangat ya Allah, terima kasih sangat.
Selamat Tahun Baru 2026, semoga tetap sehat, makin sukses, dan bersenang hati semuanya. Sukses dunia akhirat untuk Pung Adi sekeluarga, tercapai mimpi dan angannya membawa Haka Auto sukses bermain di level nasional. Sukses, sehat, dan bahagia selalu orang-orang baik; pace, pak Syauki, pak Radit, seluruh kawan-kawan di Haka Auto. Aamiiin Allahumma Aamiiiin.
-
Cibinong, Kamis pagi 1 Januari 2026

Komentar
Posting Komentar