CHAPTER 405: BINIKU
Sudah beberapa waktu lalu, aku ingin menulis ini. Bukan hal baru memang, ini lagi-lagi soal biniku. Setelah lama perjalanan dengan banyak kerikil tajam dan juga jalanan terjal, kadang pernah juga berada di ujung jurang tanpa jalan keluar yang terlihat dari mata manusia biasa sepertiku. Tentu saja ada rasa dan suasana senang juga yang dilalui layaknya siklus manusia biasa pada umumnya. Ya kehidupan kami memang tidak sempurna, banyak celah kelemahannya. Tapi (salah satu kata khasku dari dulu untuk menolak menyerah), jika tidak bersamamu harus bersama siapa lagi aku melewati keseruan ini. Ya, ada banyak rasa suka telah timbul dan ada di sepanjang perjalanan lalu, Tapi (lagi-lagi kata kesukaanku hadir :d), bersamamulah aku melewati masa terlama dan kesesuaian terjauh. Ya, aku bukanlah tipe manusia yang nyaman dengan banyak orang dan keramaian sejak kanak-kanak. Ruangku selalu terbatas dengan sedikit orang, Ruang seperti itu justru yang membuatku nyaman, tidak kelelah...