CHAPTER 403: JADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK
Beberapa kali mendapatkan petuah ini juga dalam perjalanan, "Kau punya dua telinga, dan cuma satu mulut, maka lebih banyak gunakan dua telingamu ketimbang dominan di satu mulutmu."
Atau petuah lainnya, "Mulutmu adalah harimaumu."
Maknanya, kekuatan mulut dapat menjadi kekuatan atau malah bisa berbalik membayakan dirimu. Maka lebih hati-hatilah dalam berucap. Jika belum yakin, mending diam dibanding mengundang masalah.
Salah satu solusi terbaru di era ayah dalam beberapa tahun terakhir mengemuka adalah pemahaman tentang stoikisme. Menurut ChatGPT, inti dari stoikisme adalah "Kendalikan pikiran dan tindakanmu, terima yang di luar kendalimu, dan hiduplah dengan karakter yang baik."
Ya menjadi orang baik, berusaha terus di line tersebut adalah satu di antara cara atau pola terbaik untuk mendapatkan jalan hidup yang lebih tenang, karena Tuhan seyogyanya pasti lebih suka memberikan anugerah pada orang-orang yang baik dan dapat bersyukur. Tentu saja, rasa terima kasih dan syukur itu baiknya dikonversi dengan cara beribadah dan berdoa sesuai keyakinan kita.
Stoik juga mengajarkan jika hal yang paling mudah diubah adalah diri kita ketimbang lingkungan, karena kuasa pada diri kita sendiri tentu lebih besar ketimbang kuasa kita pada lingkungan. Kalaupun punya kekuatan itu untuk mengubah lingkungan bisa jadi karena adanya pemaksaan kehendak, jadi bukan karena dominasi rasa tulus.
Dalam perjalanan hidup, selain ruang kesalahan dari diri sendiri yang dapat lebih mudah kita perbaiki, tentu kita sewaktu-waktu akan berhadapan dengan ruang kesalahan orang lain yang dapat beririsan atau bersinggungan dengan jalan kita. Sepanjang masih bisa dihindari dan melihat tidak ada guna yang lebih baik untuk dibenturkan, sebaiknya memang dihindari. Ya, terkadang kita tidak bisa luput atau lepas dari pertemuan dengan situasi sial atau buruk.
Ada ruang pelajaran di situ, agar kita lebih waspada di kemudian hari. Selain juga itu cara Tuhan menempa kita sebagai mahluk ciptaanNya untuk lebih rendah hati karena ternyata setiap eksistensi mahluk sangat demikian kecil dan mudah saja dipontang-panting oleh Semesta jika berkehendak. Di satu sisi, hal buruk yang berhasil dilalui dapat menjadikan kita pribadi yang lebih kuat juga. Ada tambahan bekal pengalaman melewati bentuk badai baru dalam kehidupan masing-masing.
Besok, tanggal 9 Februari 2026 ada pergantian pimpinan level GM di tempat kerja ayah. Situasi bisa saja berubah lebih baik, tapi tantangannya bisa jadi tidak lebih mudah dan tentu saja berbeda.
Saatnya, untuk kembali belajar menutup mulut lebih banyak, lebih banyak mendengarkan, lebih banyak menahan diri dalam bersikap dan mengemukakan pendapat, lebih banyak mengobservasi keadaan sebelum memberikan pandangan dan mengambil keputusan, serta bersikap atau bertindak.
Setiap hari dan setiap waktu adalah tantangan untuk jadi lebih baik, lebih bijak.
Ya, harus bisa jadi diri yang lebih baik.
-
Bogor, 8 Februari 2026
19:26 WIB

Komentar
Posting Komentar