Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

CHAPTER 393: ALIH-ALIH PENYELENGGARA NEGARA

Gambar
" Walaipun Indonesia terkaya di dunia, tetapi selama sains tiada merdeka, seperti halnya politik negaranya, maka kekayaan Indonesia tidak akan menjadikan penduduk senang, melainkan semata menyusahkan, seperti 350 tahun belakangan ini." (Tan Malaka, Madilog) Ya, sedemikian busuknya skema politik negeri ini berjalan. 80 tahun perayaan kemerdekaan negara yang berjalan semu, karena kursi-kursi elit penyelenggara negara masih dikuasai oleh budaya alih-alih dan berdalih.  Perihal bagi-bagi makan gratis yang dijalankan oleh perwakilan militer dan bukan orang ahli di bidang gizi adalah satu di antara sampel buruk yang terbaru dari pandangan tersebut.  Kursi-kursi elit yang dikuasai orang-orang busuk yang menjadikan bidang politik untuk mengeruk kekayaan negeri ini untuk kepentingan diri, keluarga, dan kelompok kecilnya. Mereka masih berpandangan rakyat adalah instrumen luar yang harus dikorbankan dan dibodohi dengan budaya alih-alih mereka.  Semakin besar indikasi jikalau kita ad...

CHAPTER 392: NEGERI BLANKZAK

Gambar
Saat menulis ini Rabu pagi 24 September 2025 di tempat kerja di Pejaten, situasi ini negeri terasa makin ngawur dari sikap kebijakan para elit penyelenggara negara dan wilayah di negeri ini.  Sampai hari ini, ayah masih gak mengerti apa urgensi proyek makan bergizi itu dalam kondisi miris PHK yang makin meningkat. Selain tentu kalau ada niat busuk di belakangnya itu lain soal.  Ya, kemarin dalam perjalanan pulang kerja di KRL, ayah mikir betapa busuknya budaya dan skema kerja politik di negeri ini. Kasus yang diungkap selebiriti Leony tentang biaya konsumsi rapat di Pemkot Tangsel yang mencapai Rp 66 miliar dan biaya perjalanan dinas mencapai Rp 117 miliar.  Sudah bukan rahasia lagi sih sebenarnya jika biaya untuk naik ke kursi kepemimpinan politik di negeri ini memakan biaya sangat besar semasa kampanye, termasuk biaya ampau semacam serangan fajar. Dengan skema kerja seperti itu memang sulit orang baik dengan sekadar niat tulus berbakti pada negeri bisa naik. Alih-alih u...

CHAPTER 391: MENULIS ITU UNTUK MENYEMBUHKAN DIRI SENDIRI

Gambar
Seringkali isi kepala dan jiwa menciptakan kebingungan, ketidakstabilan, keraguan, bahkan ketakutan di level yang cukup mencekam. Namun itulah gunanya menuliskannya secara sistematis, agar kita dapat mengurai permasalahan yang ada di dalam diri, mencoba membacanya lebih jelas, dan kemudian menemukan cara untuk menyelesaikan bahkan menyembuhkannya.  Ya, tentu saja ayah gak merasa itu semata karena faktor manusianya, ada Semesta bernama Tuhan yang menjadi faktor penentu dan harus terus kita dekati.  Hari ini Minggu 14 September 2025, ayah belajar satu hal pada Terence Crawford pasca kemenangannya melawan Canelo Alvarez. Katanya, "Hal besar itu akan datang kepada orang yang sabar untuk menunggu."  Banyak yang meragukan Bud terlambat naik melawan Canelo di saat ini, karena dia sudah menua. Tapi kata Bud, saat itu waktu ia masih menyadari belum saatnya dan kinilah saatnya yang tepat.  Ya, perjalanan hidup tidak bisa seperti menghitung di matematika. Banyak hal yang berjal...

CHAPTER 390: PADA AKHIRNYA MUNGKIN

Gambar
Dua atau tiga hari terakhir, rasa kekhawatiran akan masa depan tergiang lagi. Ada ketakutan kemampuan produktifku tidak lagi relevan dan mendapat tempat. Tapi ada dua hal yang tetap membuat tekad untuk tetap berjalan dan melanjutkan perjalanan.  Pertama, adalah pengalaman perjalanan sejauh ini; dan kedua adalah tanggungjawab pada keluarga. Menjadi lokomotif ternyata memang tidak mudah, apalagi pergulatan pikiran yang dinamis dapat mengubah cita rasa, sudut pandang, sikap, dan konklusi.  Seorang tokoh transgender bernama Julia di Money Heist sempat berucap, "..Tapi pada akhirnya gak penting orang tuamu gak sempurna terpenting mereka menyayangimu." Ya, di suatu waktu tidak peduli siapa yang berucap, terpenting makna dan pelajaran hidup yang disampaikan apakah relevan untuk membantu menemukan jawaban berikutnya, atau setidaknya sebagai penghapus dahaga atau pengurang rasa kekhawatiran yang tengah berkecambuk.  Tidak ada yang sempurna sebagai manusia, bahkan Professor di Mone...

CHAPTER 389: PELIKNYA SITUASI NEGERI DAN BAYANGAN KEHIDUPAN KALIAN NANTI

Gambar
Saat ayah menulis ini Selasa 9 September 2025 di Pejaten, keadaan negeri ini nampaknya akan tidak baik-baik saja hingga beberapa tahun ke depan. Kemarin baru saja orang nomor satu penyelenggara negara menggelar pergantian lima menterinya.  Sampai di sini ayah semakin percaya, latar belakang dan bagaimana kita tumbuh itu sangat berpengaruh dalam membentuk cara pandang, cara berpikir, dan sikap kita. Ayah percaya orang nomor satu tersebut sejak kecil lahir di atas permadani, tidak heran jika sikap dan cara pandangnya sangat lebar jurang perbedaannya dengan sikap dan cara pandang rakyat kebanyakan.  Dari sini, maaf kalau ayah menyebutnya sebagai "karakter tolol". Tapi, dalam hidup keseharian pun kita tidak jarang ketemu dengan orang-orang berkarakter tolol seperti itu. Salah satu indikatornya adalah merasa benar meskipun tindak-tanduknya salah dan merugikan orang lain. Bisa jadi ini menjadi deskripsi orang pengidap NPD yang cukup marak muncul di jagat maya saat ini.  Buat ki...

CHAPTER 388: WORSE EVER

Gambar
Dalam pemahaman sederhana ayah, berdiri menjejakkan kedua kaki di permukaan bumi mengajarkan kita realistis melihat dan menyikapi kenyataan hidup. Namun, jika dari kecil dibuai dengan kenyamanan dan kemapanan, buahnya bisa jadi seperti sosok yang tengah duduk di kasta tertinggi eksekutif negeri saat ini.  Ini bukan soal siapa pembisiknya, menurut ayah, tapi lebih karena dipengaruhi latar dimana dia tumbuh berkembang yang sangat mempengaruhi cara pandang dan caranya bersikap sekaligus memutuskan.  Tadi pagi 2 September 2025, ayah sempat baca sebuah pesan bijak di WAG teman-teman SMA ayah. Narasinya berikut... "Hati-hati Dengan Uangmu! Hingga 5 tahun kedepan, Keadaan Ekonomi Negara Kita akan  semakin sulit. Hanya orang-orang Pilihan yang mampu bertahan dan tidak akan terhempas oleh Badai ekonomi.  Golongan Menengah yang ceroboh dengan Uangnya akan banyak yang jatuh kebawah menjadi Golongan Miskin. Ini Nasihat saya, Langkah yang harus Anda ambil untuk menghadapi Situasi...