CHAPTER 388: WORSE EVER
Namun, jika dari kecil dibuai dengan kenyamanan dan kemapanan, buahnya bisa jadi seperti sosok yang tengah duduk di kasta tertinggi eksekutif negeri saat ini.
Ini bukan soal siapa pembisiknya, menurut ayah, tapi lebih karena dipengaruhi latar dimana dia tumbuh berkembang yang sangat mempengaruhi cara pandang dan caranya bersikap sekaligus memutuskan.
Tadi pagi 2 September 2025, ayah sempat baca sebuah pesan bijak di WAG teman-teman SMA ayah. Narasinya berikut...
"Hati-hati Dengan Uangmu!
Hingga 5 tahun kedepan, Keadaan Ekonomi Negara Kita akan semakin sulit. Hanya orang-orang Pilihan yang mampu bertahan dan tidak akan terhempas oleh Badai ekonomi. Golongan Menengah yang ceroboh dengan Uangnya akan banyak yang jatuh kebawah menjadi Golongan Miskin. Ini Nasihat saya, Langkah yang harus Anda ambil untuk menghadapi Situasi yang sulit:
1. Jangan membuat Hutang Baru. Lunasi yang ada sekarang juga.
2. Jangan mengembangkan usaha, menambah Cabang dulu. Jalani yang ada dengan baik.
3. Jangan pernah Meminjamkan Uangmu walau dengan dalih menolong.
4. Jangan tergiur oleh Penawaran Bisnis atau Investasi. Sekarang banyak Penipu berpenampilan kaya menawarkan bisnis, investasi.
5. Jangan bermain-main menjadi Trader Saham, Crypto atau Bitcoin. Saya belum pernah melihat Trader yang menjadi Kaya dari Bermain Crypto. Yang menjual Seminar Crypto, Afiliator, memang pada menjadi kaya-raya dari hasil menjual Seminar bukan dari hasil bermain Crypto atau Trading. Yang Trading mbelgedhes pada bangkrut. Saham adalah Investasi Jangka Panjang dengan modal besar bukan modal kecil dimainkan, menghitung Menit atau Jam.
6. Jangan mencoba Bisnis yang Anda tidak Ahli.
7. Jangan tukar mobil baru, gunakan yang ada, dan cut off semua keborosan gaya hidup, tingkatkan Tabungan.
Wis ini dulu, hati-hati dengan Uangmu. Situasi mencari Uang akan lebih sulit daripada waktu Covid. Wow, Romo pesimis? YES!
R Noto Widjojo"
Bagaimana menurut kalian; sederhana atau cukup pelik untuk dipahami?
-
Pada akhirnya hingga tulisan ini dibuat, ayah semakin percaya jika bentuk penjajahan terpanjang yang belum juga kunjung usai adalah penjajahan londo-londo ireng alias oleh orang-orang bangsa kita sendiri yang tamak dan loba.
Ada karakter seperti itu ternyata sebagai wajah asli bangsa ini. Kemarin ayah sempat melukiskannya sebagai kerumunan hiena, ternyata mungkin ayah keliru, mereka bisa jadi jauh lebih ganas dan culas tanpa rasa empati. Orang-orang seperti ini pas seperti makna dari salah satu judul film James Bond, "The world is not enough". Nafsu keserahakan mereka terkesan infinity.
Bagaimana cara melawan mereka? Ternyata keberanian khas rakyat negeri ini semestinya gak perlu di-sanksikan. Pada saat super terpojok pasti melawan, lebih berani dibanding rakyat Rio De Janeiro yang ada di film Fast V dalam dialog Hernan Reyes.
Sebuah premis seorang aktivis di sosial media, apa yang tengah dihadapi oleh masyarakat negeri ini ada kemiripan dengan pencetus terjadinya Revolusi Perancis pada tahun 1789 - 1799. Bahkan tekanan ke masyarakat negeri ini bisa jadi lebih berat, karena selain melawan kesewenangan penguasa juga mesti menghadapi penyusup di antara lipatan atau koloni mereka.
Ada kabar salah satu bohirnya adalah George Soros, sosok yang juga dipercaya sebagian kalangan menjadi bohir gejolak di negeri ini pada tahun 1998. Alamak..
Betapa peliknya persoalan negeri ini, karena ketidakbecusan para penyelenggara negara dan (semakin) buruknya sistem politik yang berjalan. Jerome Polin sempat menggambarkan betapa pelik dan panjang njelimetnya skema proses pengaduan masyarakat ke parlemen.
Kemana harus mengadu? Fiersa Besari di Selasa 2 September 2025 sudah menyerukan kalimat pesimis jika negeri ini tidak memberikan rasa cintanya kembali pada masyarakatnya.
Ya, satu-satunya harapan tentu saja tinggal Semesta. Namun itu tentu sudah lebih dari cukup, toh segala sesuatunya akan berakhir pada akhirnya dan kembali pada Semesta. Dalam keadaan terpojok, situasi terburuk bisa jadi terjadi ke depan selama kepemimpinan sigemoy. Ia sudah terlihat mustahil untuk berubah, sudah terbiasa berdiri di awang-awang kemapanan.
Kuat-kuatlah rakyat negeri ini, perjuangan nampak masih sangat panjang, siang masih berlangsung lebih lama. Dan kalaupun malam telah datang, ternyata deru mesiu aparat membuyarkan momen untuk yang semestinya untuk beristirahat. Ya, seperti halnya di dua kampus di kota Kembang pada tengah malam 1 dan 2 September 2025.
Bersiaplah, semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkah dan semangat pertarungan terbaik buat rakyat negeri ini, Aamiiin.

Komentar
Posting Komentar