Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

CHAPTER 409: KITA HARUS MAMPU MENGHIBUR DIRI DARI SETIAP LURUH

Gambar
Memasuki tahun ketiga IF, semakin ke sini makin mikir dan mindset yg tumbuh kalau makan lebih dari 2x sehari jadi merasa bersalah dan gak suka diri sendiri, karena porsi makanan berlebih sama saja membiarkan potensi penyakit masuk ke dalam diri secara cuma2, dan tentu saja berpotensi memperpendek rentang usia. Berbeda pendapat soal ini sah-sah saja tentu, namanya juga jalan ikhtiar masing2. Demikian juga stoik, mungkin sudah di tahun kedua berusaha konsisten menjalaninya. Dalam dan pada hal-hal yang berbeda dalam frame diri dan pola pikir gak harus selalu direspon, karena berpotensi semakin melelahkan secara psikologis, hal ini yang saya percaya. Mungkin juga karena pengaruh usia yang tidak lagi muda.. hahaha.. Hal yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan apa yang diri bisa, bukan lagi ke arah apa yang bisa saya ubah untuk dunia. Perspektif ini semakin jauh dari diri saya, insyaAllah. Saya gak punya kapasitas sedikit pun mengubah dunia, itu rasanya bukan berkah peranku, tapi saya perc...

CHAPTER 408: JANGAN BIARKAN DRAMA BERKEMBANG DALAM DIRIMU!

Gambar
Beberapa hari lalu, ayah sempat dibuat tersentak pada situasi yang cukup membuat terperangah, "Bapak jangan terlalu banyak drama, saya paling gak suka dengan orang seperti itu. Bapak maunya apa?!" Jujur, di momen itu ayah justru kagum pada kemajuan respon emosional ayah yang tetap jauh lebih tenang, tidak merasa inferior juga. Meski tudingan itu menyentak, tapi ayah merasa tidak terpukul telak. Ya, tentu saja ada perasaan sakit yang timbul, tapi jujur terasa ringan. Nampaknya, pukulan hidup di episode yang terasa sangat berat mungkin menjadi pelajaran untuk lebih matang dan tenang menghadapi situasi hidup.  Sesaat, ayah bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku membiarkan drama berkembang dalam diriku? Apakah aku luruh dalam drama yang melelahkan, atau memang situasinya yang memang banyak rintangan untuk menemukan jalan keluar?" Setelah menelaah sesaat dan tidak butuh waktu lama, ayah berpikir lebih kepada opsi kedua. Ya, ada banyak rintangan untuk mencipta jalan kelu...

CHAPTER 407: TITIK TERENDAH NEGERI!

Gambar
Saat ini, ayah percaya negeri tengah berada di tangan kepemimpinan terburuk sepanjang sejarah. Fantasinya jauh melebihi realitas. Saat negeri tengah semakin terpuruk dan terburuk, ia masih merasa semuanya baik-baik saja. Tadi pagi, ayah berpikir dan merenung, bahaya jika memang republik berada di tangan orang yang tidak pernah keprihatinan di titik nadir. Alhasil dia tumbuh dengan jarak terlalu jauh dari realitas negeri yang tumbuh semai di kalangan sahaya. Ia gagal mendeteksi dan berinteraksi dengan jiwa negeri yang sebenarnya.   Bahaya banget.. Entah bagaimana menggambarkannya di sisi rasa rakyat, yang sepertinya sudah terbiasa dengan kezaliman sistem politik, hukum, dan keamanan di negeri ini.  Sudah teramat buruk memang sistemnya, beranakpinak dan tidak membiarkan ada orang baik untuk masuk dan menggantikan eksistensi mereka yang sudah temurun membangun jalan istana kegelapan.  Sekalinya ada, skenario post-truth bakal digelindingkan secara sistematis tanpa ada ya...