CHAPTER 406: BERTARUNGLAH SEBAIK-BAIKNYA, BIAR TUHAN YANG MEMBERKAHI SETIAP PERTARUNGANMU!
Sudah cukup lama nian tidak mampir ke blog ini, meninggalkan catatan-catatan hidup lately.. Ya, rasanya banyak hal mestinya yang bisa ditorehkan sebagai catatan hidup, sekaligus tetap mengasah daya kritis dan sekaligus melatih memori untuk tetap kuat merekam banyak kejadian. Bila tidak, sama saja dengan membiarkan pikiran dan hati melemah untuk mendeteksi, untuk mengecapi situasi, dan berimbas pada kemampuan sudut pandang yang rendah dan rapuh. Ya, setidaknya setiap dari kita harus tetap tangguh hingga di ujung cerita, sekalipun penyaksinya hanya diri sendiri dan juga Sang Pencipta tentunya. Itu menurutku dapat menjadi tanda kita bersyukur atas karunia hidupNya. Kita memang seyogyanya harus makin kuat ke depannya, apalagi di era post-truth dan juga fenomena AI yang semakin menguat dan mewarnai. Kita juga selaiknya harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri sendiri pada situasi-situasi ketidaknyamanan yang melingkupi, cukup yakin saja jika Tuhan pasti ada dengan sinarNy...