Postingan

CHAPTER 184: MERESAPI ARTI BUDAYA NYECEP DI CIAMIS BERSAMA SECANGKIR KOPI

Gambar
Ciamis – Selasa 11 Juni 2019 selepas Subuh, abang Rasy dan Keanu menjalankan kewajiban khitanan di klinik Al-Ghani Indihiang, Tasikmalaya. Kalau Anda memasukkan kata kunci “Klinik Al-Ghani Indihiang” di  mbah  Google, akan ketemu informasi di laman depan jika klinik khitanan ini termasuk yang paling populer dan banyak direkomendasikan di antara masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya. Kalau dari Sindangrasa – Ciamis jaraknya 18,6 km berdasarkan info Google Maps, dan butuh waktu perjalanan sekitar 34 menit dengan bermobil. Di kalangan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, khitanan di klinik Al-Ghani Indihiang terkenal dengan pendekatan yang baik ke anak-anak yang akan dikhitan, jadi umumnya mereka menjalaninya dengan suka cita dan bersedia masuk ke ruang “potong” sendiri tanpa ditemani orang tuanya. Prosedur pendaftarannya harus dilakukan beberapa hari sebelumnya untuk ambil formulir. Jika sudah di hari “H”, sangat disarankan datang sedini mungkin. Berdasarkan informasi dari seo...

CHAPTER 183: PENGALAMAN LARI PERTAMA KALI DI ATAS DUA JAM

Gambar
  “Terkadang kita butuh membuat personal record supaya hidup bisa tetap bersemangat dan bahagia. “ Bogor – Beberapa hari sebelum bulan Ramadhan di tahun 2019 tiba, Derry Journey punya satu keinginan untuk berlari pertama kali seumur hidup di atas dua jam. Keinginan ini akhirnya bisa terlaksana Minggu 5 Mei 2019. Berangkat dari rumah pukul 05:39 WIB, tujuannya Stadion Pakansari. Berdasarkan perhitungan dari Google Maps total jarak lari hari itu 15,75 km. Begini perhitungan jaraknya berdasarkan data Google Maps; rumah – stadion Pakansari 6,4 km, lingkar luar stadion Pakansari 2,2 km, stadion Pakansari – kantor bupati Bogor (muterin areal perkantoran bupati) 2,75 km, dan kantor bupati Bogor – rumah 4,4 km. Tips awal untuk bisa melaksanakan hal ini pertama kali ada dua hal; pertama, tentukan tujuan, dan yang kedua, “laksanakan.” Jangan banyak berpikir dan membayangkan, lakukan saja. Kalau mengutip  tagline  legendaris Nike, “Just Do It.” Tips berikutnya adalah berlarilah deng...

CHAPTER 182: BAD AS BAD AS I WANNA BE

Gambar
Sosok Dennis Rodman, adalah sosok pahlawan idolaku waktu masa muda. Role model yang keren.  As bad as I wanna be ..., pameo darinya yang mengiringi masa pertumbuhanku, transisi yang keren banget buat diikuti.  Menjadi jahat adalah oase yang melegakan, seperti Joker di dunia yang nyata.  Tapi itu dulu, kini aku lebih suka membayangkan menjadi sosok Benjamin Martin di The Patriot, menepi menjadi orang biasa di pinggiran. Namun, aku tidak ingin menyentuh sisi Benjamin Martin ketika harus bergabung di New England melawan pasukan Red Coat.  Saya hanya berhenti berharap menjadi Benjamin Martin yang abadi dan damai di pinggiran, hingga tutup usia jauh dari hingar bingar dan keinginan menjulang setinggi-tingginya, coba memukau dunia. Tidak lagi, keinginan itu sudah terkubur cukup lama di beberapa waktu yang lalu... Seorang kawan di dekat rumah bertanya kepadaku, "Kenapa kau ceritakan semua masa lalu burukmu pada anak-anakmu, Der. Bukankah itu bisa jadi motivasi dan contoh bu...

CHAPTER 181: MENJADI SIPIL ANJEENK

Gambar
Dalam hidup di bumi manusia, kita terkadang tidak dapat bisa menjalani takdir dan peran seperti apa. Ujung terbaik adalah semangat, perencanaan, dan bertindak. Sebatas itu peran manusia. Tadi pagi aku harus ke Priuk yang jaraknya sekitar 50 km dari rumahku, hanya karena anak di bawah 6 tahun tidak bisa beli tiket online. Sampai di sana, mbaknya bilang, "Kita hanya ikut peraturan pemerintah. Tapi sebenarnya tetap bisa beli tiket kok pakai NIK orang tuanya." "Waduh, mbak. Saya 50 km dari rumah buat sampai sini. Kemarin saya tanya di WA dan FB katanya gak bisa. Terus kalau pakai NIK orang tua emang gak papa ada pengulangan?" "Enggak papa, pak," kata mbaknya lagi. Aku hanya bisa gregetan, tapi sudahlah sebagai sipil anjeenk, kita hanya bisa menerima nasib mengikuti kebijakan para manusia penguasa yang membuatnya. Dalam perjalanan ke Priuk, aku sempat lihat truk pengangkut motor baru yang overhang belakangnya panjang banget. Nampak jelas sengaja dimodifikasi bi...

CHAPTER 180: TUHAN MAHA BAIK

Gambar
Sejak Minggu sore 28 Agustus 2022, kabut pekat terasa menyelimuti pikiran dan suasana bathinku. Di suasana seperti ini biasanya aku selalu bersiap dengan risiko atau konsekuensi terburuk.  Bukan berarti putus asa dan menyerah, namun justru bersiap menghadapi apapun kenyataan terpahit jika datang dan terjadi.  Berat? Iya, pasti.  Kuajak Bini dan anak-anaku bicara keadaan sebenarnya semalam, serta rencanaku.  "Pergilah, bawa harta yang ada. Bertahanlah. Aku biar saja pergi ke kampung halamanku, bukan karena pengecut, tapi setidaknya harta yang ada mestinya bisa lebih lama dipakai jika berkurang satu orang," kataku.  Ya, sejak dua masa terkelam selepas SMA dan jelang lulus kuliah, aku merasa hidup ini memang hanya ada aku dan Tuhan. Baru, setelah ketemu Bini dan anak-anak, aku merasa punya rumah untuk pulang dengan tenang dan nyaman.  Bilapun tidak abadi bersama mereka, aku selalu berusaha yakinkan diri tidak ada penyesalan. Harus bersyukur atas segala momen k...

CHAPTER 179: ANOMALI

Gambar
Sudah lama tidak meracau di linimasa ini, dan sejak siang tadi rasanya ada keinginan bertutur lagi.  Story telling, ceunah.  Disclaimer: Saya bukan jagoan, beberapa kali juga dipukul dan kerap kalah juga. Tapi seingatku, mungkin baru Bu Yon yang benar-benar ada manusia yang aku dengarkan. Sebelum itu, rasanya hanya aku dan Tuhan sajalah di sepanjang langkah.  Rasy anakku yang satu shio dan zodiak juga (kami beda 36 tahun, sama2 Kelinci Scorpio). Percaya atau tidak, Rasy dan aku mirip dari segi keras kepalanya. Sudah beberapa waktu terakhir, Rasy semakin menunjukkan gelagat itu, padahal umurnya baru 10 tahun, mau 11 nanti di akhir Oktober. Rasy sudah 4x kabur dari rumah, sekali ke sekolah dan 3x ke rumah neneknya yang lumayan adalah nyaris sejam jalan kaki.  Ya, Rasy seorang disklesia, dimana artikulasinya di beberapa huruf kurang jelas. Meski seiringi waktu pelan-pelan membaik.  Rasy punya karakter keras banget, dan sudah 2 hari ini dia semakin menentang dan mem...

CHAPTER 178: CATATAN DI AKHIR APRIL 2022

Gambar
Menunggu Laptop lama dibenerin engselnya. Minggu pagi 24 April 2022, gw terpaksa ngoyong laptop yang dibeli sekitar Rp 6,2 juta sekitar sebulan lalu ke ITC Depok.  Ya, apes berat. Belum sebulan engselnya pada patah semua, jadi gak bisa dilipat. Ternyata teman yang merekomendasikan laptop ini gak sebegitu paham kondisi, sama seperti laptop sebelumnya yang kepotong 500 ribu.  Apeslah.  Makin apes lagi, karena ternyata laptopnya sudah gak bisa dibenerin, kalaupun iya biayanya hampir sama beli baru karena harus ganti panel.  Mau gak mau akhirnya kembali ke rumah lagi, ambil laptop lama buat dibenerin engselnya. Kalau yang ini masih bisa, dan biayanya cuma Rp 250 ribu.  Cuma beratnya karena dilakukan di bulan puasa Ramadhan di siang bolong dan keramaian orang di ITC Depok.  Untunglah Bu Yon semangat terus menemani lakinya yang kelas secangkir kopi itu.   - Di ITC Depok, sambil nunggu sampai hampir jam 5 kelar karena harus ngantri, gw mutar-mutar juga s...