Postingan

CHAPTER 24: MENDEFINISIKAN STRATA CINTA DAN SEDERET KEGAGALAN

Gambar
Menggali cerita remaja Zolenk di era 1990an seperti menyelam untuk mencari titian awal berpijak dan menjadi awalan ujung benang dimana setiap cerita dimulai. Setelah ketemu langsung menyelam lagi lebih dalam untuk penggalian karakter dan penemuan item-item detail dari narasi kehidupannya. Cukup melelahkan saat membangunnya namun sekaligus menyenangkan, karena kemudian justru ditemukannya kejutan-kejutan lebih dalam yang selama ini malah belum pernah terpikirkan sama sekali misalnya mengapa sesuatu hal harus terjadi dan kenapa harus begitu... - Apa itu cinta? Buat Zolenk yang acap kali gagal akhirnya ditemukan jika cinta itu seperti rumah susun, ada tingkatannya. Saat SD lalu jeda di masa SMP lalu terjadi lagi di masa SMA adalah obsesi pada cewek cakep asal Surabaya, namanya Citra. Cakep dan pinter banget dengan level kategori “saking” alias saking cakep dan saking pinternya, Citra sudah kayak sosok Dewi Kwan Im yang welas asih. Menyukai Citra itu laksana jatuh...

CHAPTER 23: JALAN KAKI MALAM DI PINTU 2 SELALU SYAHDU

Gambar
Cerita syahdu tidak hanya terjadi ketika berjalan dengan kekasihmu. Kalau masih tidak percaya, cobalah berjalan di saat malam pada pertengahan 1990an dari arah ramsis menuju pintu 2. Semakin malam semakin romantis berjalan di samping deretan pepohonan besar, serta pendaran lampu-lampu merkuri jalanan kampus, meski sekalipun kau berjalan seorang diri. Saking syahdunya hampir tidak pernah terdengar ada orang yang melintas itu kesurupan. Mungkin setan-setan juga tersentuh hatinya saat melintasi jalan itu, mungkin... - 1992 Awal Kelas 2 SMA “Kau tidak jadi antar Dian pulang?” kata Farly, seorang kawan Zolenk asal dari Sulawesi Utara. Dia kos di dekat sekolah saat itu. “Kayaknya ciu (minum keras khas Manado) darimu ini lumayan keras, kepalaku pusing berat, bro. Mau numpang tidur dulu. Boleh, kan?!” kata Zolenk. Farly hanya geleng-geleng kepala, “Bagaimana caranya mau dapat pacar kalau hidupmu lebih banyak nenggak alkohol,” kata Farly sambil tertawa keras. Ke...

CHAPTER 22: ARTI SEBUAH KAMAR DI ERA 90AN

Gambar
Kuasa kita sendirilah yang bisa membuat kehidupan di bumi manusia menjadi laksana orkestra yang berkelas, meski realitasnya sering kali tidak pernah semegah narasi film-film kategori Oscar. Beruntunglah semasa tumbuh menjadi remaja, Zolenk sudah mengenal erat Whitney Houston dari masa masih di era seragam putih celana pendek biru, ia sudah sangat dekat dengan single “I Wanna Dance with Somebody” (1987) ataupun OST The Bodyguard (1992) “ I Will Always Love You ”. “Saya mulai mendengar I Wanna Dance with Somebody setahun setelahnya di tahun 1988, dan masih dari model kaset mix atau kompilasi dengan musisi lainnya. Whitney juga mungkin perempuan pertama yang mengenalkan saya pada hidup itu bisa indah laksana orkestra yang megah. Dia pulalah mungkin yang bisa membuatku bisa merasakan damai selain mendengarkan ceramah Kosim Nurseha,” kata Zolenk. Di meja belajar di kamarnya yang ada di lantai dua di ujung selatan Cendrawasih tidak banyak buku pelajaran yang bisa ditemui, ...

CHAPTER 21: THE KING MAKER

Gambar
Selama lima tahun berada di Tamalanrea KM. 10, Zolenk sukses menaikkan empat kawan baiknya ke singgasana nomor satu. Kalau pun tidak diakui secara aklamasi, setidaknya berperan penting. Yang pertama tentu untuk sahabat terbaiknya sepanjang masa, Igor. “Saya mau naik jadi ketua Korps kira-kira bisa, tidak?” kata Igor. “Bisa, asal kau betul-betul mau,” jawab Zolenk. “Tapi kayaknya anak-anak akan lebih pilih Qwink atau Husni. Yang cewek-cewek pasti pilih Qwink, yang alim-alim pasti pilih Husni,” kata Igor meragu. “Tenang saja, kau pasti naik, Gor,” kata Zolenk meyakinkan. - Ini kali pertama Zolenk mau masuk ke ruangan seminar atau aula pemilihan, sebelumnya dia tidak peduli sama sekali. Dia duduk di kursi paling belakang sebelah kanan, paling dekat pintu keluar, tepat di sampingnya duduk Igor yang berusaha nampak tenang. “Tenang, kau pasti naik,” kata Zolenk sambil menepuk paha sahabatnya untuk meyakinkan dan lebih meningkatkan rasa kepercayaan di...

CHAPTER 20: KISAH KERJASAMA BURSA BUKU YANG MENGUNTUNGKAN

Gambar
Menulis cerita tentang kisah Zolenk di era 1990an itu cukup melelahkan setelahnya; menguras emosi, memaksa pikiran yang sakit untuk mengingat baik dan erat kejadian-kejadian masa itu, serta menyederhanakan hal-hal yang cukup menguras emosi guna menyuguhkan konsep penyampaian pesan yang sederhana dan agar mudah untuk dimengerti. Beberapa Chapter ke depan rencananya akan berusaha merangkainya dengan tensi yang lebih rendah, tanpa berupaya mereduksi unsur keasyikannya. Berpikir berat, kuat dan hebat si Zolenk pasti gak bisa, biarlah itu tugas teman-teman baiknya yang dianugerahi kemampuan setinggi dan sedalam itu. Zolenk akan berusaha menyapu di bagian permukaan saja sebagai prolog yang menghibur, sebelum konser utama dimulai oleh para bintang. - TAHUN 1997 Kala itu hubungan perkawanan dengan kawan-kawan 97 masih sangat erat, rekat dan mesra, sebelum momen horor suksesi pemilihan ketua lembaga kemahasiswaan di tahun 1999. Akan ada cerita khusus mengenai upaya Zolenk menebus ...

CHAPTER 19: BUSANA YANG TERINSPIRASI KURT COBAIN

Gambar
Selasa 20 Februari 2018, mendiang Kurt Cobain mestinya genap berusia 51 tahun di bumi manusia. Dan saat tulisan ini dibuat, cukup banyak media yang menuliskan tentang foto unggahan Courtney Love di Ignya tentang momen kebersamaan terakhir bersama almarhum.  - Dimulai di Tahun 1992 Zolenk memang bukan anak band tapi dia adalah penikmat musik sejati. Sejak SD dia sudah punya album God Bless. Dia juga suka Gito Rollies, Hari Moekti dan tentunya Ikang Fawzi. Sejak itu aliran musik yang bermuatan rock senantisa mengiringi perjalanan hidupnya.  Di tahun 1992, setahun setelah album Nevermind dirilis (tahun 1991), Zolenk terilhami dalam waktu yang lama dan panjang pada sebuah lagu ikonik di era itu, “Smells Like Teen Spirit”. Bukan hanya beat dan lirik musiknya, tapi gaya pakaian Kurt Cobain yang memakai jaket buluk berwarna hijau mengilhami benaknya dalam waktu yang cukup lama.  Di masa-masa kelam di Tamalanrea KM. 10 sebagai drug’s user, Zolenk senant...