Postingan

CHAPTER 48: BANGSAT!

Gambar
"Woi, bangun, bangun, bangsat!" tiba-tiba suara menggelegar itu tergiang keras di telinga sampai ke pusat otak.  "Kamu siapa?" tanyaku.  "Gw ruh di dalam diri elu, bangsat! Ngapain elu terpuruk di sini, pake acara lemes pula?!" katanya lagi.  "Gw capek, boss, lelah dan kehilangan arah," timpalku.  "Eh, bangsat, elu gak dihadirkan di sini bukan dengan takdir seperti itu, bangsat. Berhenti merasa terpuruk, apalagi pakai acara lemes dan menangis. Najis tauk! Bahkan emak elu sendiri gak sudi menyeka air matamu. Berhentilah bersedih dan kehilangan arah, bangkitlah kembali sesuai takdir dirimu ada di sini," kata suara yang mengaku ruh itu lagi.  "Lalu mesti ngapain gw, bos?" tanyaku lagi.  "Pokoknya elu harus bergerak, bangsat. Elu punya bini dan anak-anak yang jadi tanggung jawab elu, siapa suruh elu terlalu rajin berbuat dan membuahi istri elu!" "Bergerak ngapain dan ke mana, bos?" tanyaku lagi.  "Tidak ja...

CHAPTER 47: WAKTU YANG BEGITU SINGKAT DAN PILIHAN HIDUP MENJADI SEMENJANA

Gambar
Rabu 29 Juli 2020, saya memikirkan hidup jadi ini semakin terasa singkat setelah beberapa kenalan baik yang "pulang" duluan. Kepergian mereka pulalah, yang justru menjadi salah satu pemicuku untuk menurunkan level kecepatan, baik di kehidupan nyata di jalan ataupun ambisi di dalam diri. Di jalanan sudah sejak lama, sejak sahabat terbaikku Igor dan putraku tersayang Arai pulang duluan, saya sudah terbiasa melajukan kendaraanku di kecepatan sedang saja. Saya ingin lebih menikmati hidup dalam level kesederhanaan, agar lebih mudah menghirup dan mengurai setiap makna yang kudapat dan kugenggam. Ya, buatku jalan hidup menjadi semenjana adalah kompromi hidup  terbaik  saat ini untuk hal tersebut  😊 ☺️ 🙏 🔥

CHAPTER 46: HUKUM KESEIMBANGAN - ANGIN KENCANG YANG MENGUJI INTEGRITAS DAN IDEALISME SAAT DI ATAS

Gambar
Barusan buka twitter, nama "PS Store" tengah ramai diperbincangkan warganya dan jadi trending. Pas lihat di Google, ternyata bosnya diciduk aparat kepolisian RI, karena diduga menggelapkan HP ilegal ke tanah air. Sontak, langsung teringat beberapa selebriti papan atas yang pernah terlibat kerjasama seperti Raffi Ahmad dan Baim Wong. Hmm , jadi semakin kekeuh dengan dugaanku, di atas itu anginnya kencang pakai sekali. Integritas dan idealisme sangat dipertaruhkan, godaannya (sangat) besar pasti. Menjadi influencer atau K.O.L vavan atas memang sangat sulit, apalagi di era digital yang bergerak begitu cepat. Pasti terlalu banyak orang yang ingin mendekat dan menempel, sederhananya dirimu sudah tidak memiliki privasi dan menjadi milik publik. Inilah saya bilang tetap hukum keseimbangan; semakin tinggi kau ingin dan menjadi juara, dunia pasti mengingatmu, mengelukan-elukanmu, para penggemar tidak sempat menelaah lagi jika segala yang keluar dari tokoh yang diidola...

CHAPTER 45: PENGEN NULIS TENTANG HIDUP SEKALI LAGI

Gambar
Cepat atau lambat hidup ini pasti berakhir, cuma saya lantas terpikirkan saat ini, ingin menjadi apa di sisa waktu ke depan... Sepekan terakhir, saya setidaknya dua kali menyimak dua pernyataan yang kira-kira senada, "Jadilah maksimal!" Entah kenapa, saya malah kurang sependapat. Saya berpikir, kalau kita mengambil terlalu banyak dalam hidup, hidup pun pasti minta keseimbangan yang sama, Anda harus memberi lebih banyak. Itu hukum keseimbangan yang saya percaya. Saya melihat dua orang kenalan yang begitu gencar mengejar titik maksimal, seorang tetangga di kawasan perumahan dan seorang kawan baik yang sudah cukup lama kami tidak bersua, nampak semesta pun menyerap kesegaran energinya. Keduanya tambah mapan, tapi nampak jelas lelah dan menua, lebih dari masa-masa mereka ketika keduanya masih berjuang dalam taraf yang bisa disebut biasa-biasa saja seperti masyarakat kebanyakan pada umumnya di negeri ini. Saya? Di tengah kejatuhan ini, saya justru seperti bisa men...

CHAPTER 44: INSPIRASI & MOTIVASI DARI SEORANG KAWAN BAIK

Gambar
Seorang kawan baik sejak belasan tahun silam datang ke rumah pagi ini, bersama putra keduanya yang kini sudah semester 4 di sebuah PTS di Depok. Namanya Mas Suta, selain main dan silaturahmi. Ini adalah kali kedua Mas Suta membeli ayam bakar Taliwang buatan Dapur Bu Yon. "Lebih dipedesin ketimbang kemarin yah, Der. Gw pesen dua (ekor), Minggu jam 9 atau jam 10 gw ke rumah ambil," kata Mas Suta melalui pesan IG. Saya kenal baik keluarga Mas Suta ini sekitar 15 - 16 tahun silam. Dulu, saya suka berkunjung ke rumahnya. Kawan baik ini sudah kayak abang sendirilah, istrinya jago masak, namanya Mbak Iin. Zaman masih bujang di tahun 2004 atau 2005, saya sering jajan makanan di warungnya. Nah, putra keduanya ini sama namanya dengan awalan putra bungsuku, cuma beda satu huruf doang sih. Nama anaknya Rayhan, sementara si Keanu nama lengkapnya Raihan Keanu Ayman. Rayhan dulu mungkin usianya masih di bawah Keanu waktu sering aku ajak main-main ke rumahku yang dulu, kadan...

CHAPTER 43: HARGA AYAM KAMPUNG & DILEMA DAPUR BU YON

Gambar
Semenjak om Kencleng, tetangga di kawasan perumahan yang punya kandang ayam kampung gak bisa pasok kebutuhan ayam kampung buat Dapur Bu Yon. Mau gak mau, kami, saya dan bini terpaksa putar otak cari harga termurah, tapi belum dapat pemasok yang langsung dari kandang seperti om Kencleng. Itulah kami tidak bisa lagi menjual seperti harga awal. Sempat patok harga Rp 70 ribu per ekor ternyata kata bini, marginnya buat beli cabek doang, ayah. "Capek kalau harga segitu." Ya, sebagai orang yang mesti belajar berbisnis kuliner, kami lupa memperhitungkan penggelembungan bahan baku bumbunya yang masih fluktuatif dan bahkan mesti muter ke beberapa penjual baru dapet, misalnya air kelapa untuk Ayam Bakar Solo, terkadang kami taktisi dengan menyimpan duit di warung Ucok, agar air kelapa yang dibeli orang gak dibuang, biar kami beli, itu bisa menimalisir biaya bumbu, daripada harus beli kelapanya sekalian yang bisa 2x lipat lebih mahal. Idealnya di waktu dipasok Om Kencleng ...

CHAPTER 42: KITA, KAMI

Gambar
Tidak ada perayaan khusus di hari pernikahan kami yang ke-13 kemarin, Selasa 21 Juli 2020. Aku masih dengan beberapa ikhtiar kecil, sembari tetap mendukungmu membumikan anganmu, menjadi setinggi Dapur Bu Restu, Kinder Kitchen, Dinni Roti, dan beberapa selegram/K.O.L yang menjadikan dapur rumah mereka masing2 sebagai titik sentral dimulainya peradaban, titik dimana sebuah karya seni kelas tinggi dalam wujud panganan dan minuman dibuat serta disajikan. Alhamdulillah, 3 pekan terakhir nyaris tanpa jeda, kecuali hari Minggu lalu dan Sabtu ini. Silakan yang minat pesan untuk kebutuhan panganan hari Sabtu 25 Juli 2020 di Dapur Bu Yon. Selain itu, sampai Senin 27 Juli 2020 sudah ada pesanan. "Jumat mau tambah open PO, gak?" kataku pada bini semata wayang tercinta. "Enggak usah dululah. Ini saja sudah repot," tukasnya. Ya, kita, kami, memang tengah jumpalitan akrobatik berjuang melanjutkan hidup, tapi bukankah akal ada untuk dipakai berpikir, hati diciptaka...