Postingan

CHAPTER 105: MENUTUP TAHUN 2020

Gambar
Bingung mo nulis apa buat menutup tahun ini, tadi sejak Subuh sudah bantu bini buat persiapan pesanan ke HQ Auto2000 Sunter.  Mulai isi air di tempat masak yang gede banget sampe menuh2in kompor (gw gak tauk namanya apa, bini yang punya soalnya), terus ngangkat saat nampan nasi yang sudah nanak yang lumayan berat dan di bawahnya ada air mendidih (tapi hidup harus kuat, masak segitu doang nyerah), terus bakarin puluhan nasi buat menuhi target pesanan.  Sekitar jam 9 kelar, terus mandi dan bergegas pergi. Jalanan lumayan lancar tadi, nyaris gak temuin kemacetan.  Gw juga masih nimbang2 mau ngapain blog gw yang di wordpress di tahun 2021; dimatikan saja, dilupakan begitu saja, atau cukup diendapkan sekian waktu sampai ada keputusan yang lebih firm mau diapain... Di luar sana, situasi sosial makin riuh, banyak hal-hal yang di luar kemampuan gw menalar terjadi, semakin bising, sampe gw pikir mungkin saatnya berhenti menyimak dan merespon suasana.  Pada beberapa kawan, gw ...

CHAPTER 104: DI TITIK MENJADI MANUSIA KELAS B

Gambar
Dalam narasi sebuah vlog di balik panggung persiapan Indonesia YouTube Rewind 2020, aku melihat istilah mengenai manusia kelas B yang belum merdeka bahkan dari dirinya sendiri.  Aku mendeskripsikan yang dimaksud pembuat narasi itu adalah anak manusia yang masih harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, bahkan untuk hal-hal yang mendasar membayar tagihan-tagihan secara umum.  Dalam kamus hidup aku, itu mungkin seperti tagihan listrik, internet, biaya sekolah anak-anak, dan kebutuhan hidup harian secara umum.  Ya, hal seperti ini sepertinya sudah jadi problem atau masalah umum banyak orang, apalagi sejak badai disrupsi dan pagebluk datang dalam dua tahun terakhir sampai ada timbul istilah "manusia rebahan".  Hidup yang semakin sulit, bahkan untuk mengejar biaya kebutuhan dasar yang di sisi lain semakin meninggi di saat kemampuan atau amunisi diri ternyata tidak cukup tinggi untuk tetap bertarung di ranah sistem yang tengah berjalan, namun mungkin s...

CHAPTER 103: NAIK SEPEDA ITU MENGAJARKAN HIDUP TIDAK SEKADAR SEMATA BERPIKIR DAN RAGU

Gambar
Sabtu 26 Desember 2020, Naik sepeda pukul enam pagi tinggalkan rumah, menegaskan aku pada satu hal yang sudah sempat aku simpulkan sebelumnya.  "Naik sepeda itu mengajarkan hidup tidak sekadar semata berpikir dan ragu." Menggenjot pedal sepeda di tengah grafik pagebluk yang makin meninggi, bersama kendaraan-kendaraan bermesin yang melaju cepat, seperti sebuah narasi dungu tanpa makna.  "Ngapain juga elu sepedaan di saat-saat seperti ini, mending naik motor atau naik mobil cepet gak bikin capek?!" sebuah suara menggema di isi kepalaku.  Ya, naik sepeda memang cukup melelahkan dan membutuhkan kesabaran, plus memang gak usah banyak mikir waktu melakukannya. Biasanya aku pun kalau mikir, umumnya jadi batal tuh niat sepedaan. "Kalau sudah kebanyakan ngomong biasanya juga batal sepedaan," kata bini setiap kali aku bilang sebelumnya aku bakalan sepedaan.  Jadi cara jitu supaya niat sepedaan terlaksana atau kejadian, ya , selepas Subuh dan pagi datang alias Matah...

CHAPTER 102: BELAJAR DARI KEJATUHAN KEVIN COSTNER

Gambar
Saya tidak akan pernah lupa dengan kisah di balik salah satu film termahal di Hollywood, Waterworld (dirilis tahun 1995). Bahkan seingatku, itu film dengan biaya termahal di masanya.  Bahkan Kevin Costner tentu sama sekali tidak pernah berpikir, kedigdayaan dan ketermahsyurannya di Robin Hood: Prince of Thieves (1991) dan The Bodyguard (1992) bareng salah satu diva terbaik dunia Whitney Houston, malah berujung pada ending dengan narasi salah satu film dengan kerugian terbesar sepanjang perfilman Hollywood.  Ya, alur hidup bisa membolak-balik kesuksesan dengan kegagalan dalam waktu seketika dan singkat.  Manusia normal secara umum tentu hanya senang dengan cerita kesuksesan dan pencapaian besar, tapi berapa banyak dengan kita yang siap dengan kejatuhan, namun berusaha tetap terjaga agar tidak terperosok lebih dalam?! Menjalani kejatuhan dari langit tertinggi seperti Kevin Coster hingga terhempas berdebam tentu tidak menyenangkan, tapi segala melupakan kenangan-kenangan pen...

CHAPTER 101: AKU DAN IBUKU

Gambar
Tanggal 22 Desember 2020, banyak unggahan foto di sosmed tentang perayaan hari ibu di Indonesia. Jujur, aku cemburu, karena aku tidak merasakan dan tidak pula ingin merayakan hal yang sama.  Aku dan ibu adalah sesuatu yang jauh. Aku mungkin durhaka, tapi aku berkata jujur, sosok ibu jauh di hatiku, saat ini bahkan mungkin sejak lama.   Waktu aku masih kecil, ibuku yang aku selalu sapa "Mama" sering kali bilang, "Aku dan Derry itu gak mungkin cocok, kami sama-sama keras, karena wetonnya sama yaitu Senin Legi." Aku tidak tahu apakah itu memang kepercayaan yang sifatnya valid dalam budaya Jawa Timur (karena ibuku orang Malang), mitos Jawa Timur-an, atau malah kemudian jadi doa yang terkabulkan karena sering diucapkan Mamaku, tapi kami memang jauh pada kenyataannya.  Aku coba mengingat-ingat kapan aku mulai kehilangan sosok ibu yang penyayang, dan ingatanku selalu terpaku pada momen di Hartaco Indah, di rumah kontrakan kami yang ada di sebelah Selatan kota Makassar....

CHAPTER 100: DISRUPSI DAN AYAM CIPO

Gambar
21 Desember 2020 Sebenarnya ini karena Bu Yon dapat orderan pesanan nasi bakar selama tiga hari berturut, sehingga dia punya kelebihan dana buat jajan.  Jangan dipikir berlebih juga, karena ada beberapa hal mendasar yang justru belum dibayarkan. Maka berangkatlah kami; aku, Keanu, dan Bu Yon, ke kota Bogor selepas jam makan siang dan tiba di lokasi yang dituju di rumah makan Ayam Cipo sekitar pukul dua lewat WIB.   Saat tiba di lokasi, aku langsung seketika cukup terperanjat, karena di situ dulu adalah lokasi Bakso Budjangan di jalan Ahmad Yani, kota Bogor. Ternyata saya baru tahu kalau sudah tutup dan berubah jadi usaha kuliner lain, dan bisa jadi manajemennya tidak lagi sama.  Disrupsi, pagebluk, dan upaya transisi adaptasi kebiasaan baru di masyarakat memang mengubah banyak tatanan, bahkan sekelas sultan pun bisa runtuh.  Sebelumnya, saya sudah melihat Up Normal di Pajajaran - Bogor yang juga sudah tutup dan dipakai untuk usaha kuliner lain. Ya, jangankan mer...

CHAPTER 99: 2020 YANG DEMIKIAN BERAT

Gambar
Aku baru saja sepakat dengan bini, jika tahun 2020 ini adalah tahun terberat selama kami menikah.  Betapa kami harus bertahan bahkan sejak sebelum tahun ini dimulai sebenarnya, dan saat kami berjejak di tahun ini sedemikian gelombang cobaan datang terus menyerang, hingga pedangku yang biasanya berkelebat menyerang berusaha menemukan jalan baru, di tahun ini pedangku lebih banyak dipakai untuk menangkis dan bertahan, dan bisa jadi ketajamannya jadi semakin tumpul.  Kucoba mengingat kesenangan berkah besar di tahun ini yang bisa dihitung kurang dari lima jari tangan kanan atau kiri.  Pertama yaitu bisa merayakan ulang tahun bini dengan makan duren dan menikmati keindahan alam di Kopi Daong, lalu bisa berkesempatan ke Lombok salah satu pulau impian yang ingin aku kunjungi sebelum mati, serta yang terbesar tentu kehadiran bayi di dalam kandungan bini yang insya Allah akan hadir di pertengahan tahun 2021 mendatang.  Semoga bisa berjalan lancar, selamat, dan aman bagi bini...