Postingan

CHAPTER 165: CERITA ORANG-ORANG KECIL DI BULAN SEPTEMBER

Gambar
Entah sudah berapa banyak kawan dan kenalan yang mengkritisiku, kala menarasikan cerita hidup yang katanya kesannya remeh temeh.  Ya, tidak salah, karena selera umum adalah mengkonsumsi hal-hal besar dan megah. Kusebutnya sebagai 'situasi bravo' dalam perjalanan pulang dari vaksin dosis Sinovac yang kedua di Jakarta. Padahal menurutku, kita tidak hanya bisa belajar atau terinspirasi dari kisah-kisah besar yang bergelimang narasi kesuksesan dan keberhasilan.  Pada orang-orang kecil, kita bisa juga belajar dan terinspirasi soal ketegaran hati untuk melanjutkan perjalanan hidup, meski di tengah alur hidup yang terkesan gelap. Entah karena aku memilih atau karena pilihan takdir, perbolehkan daku bercerita tentang itu. Inilah kisahnya (narasi orang-orang kecil) dalam empat sketsa yang terpisah. Asep: Sang Jago Masak Usia Asep saat tulisan ini dibuat sekitar 27 tahun. Dia sangat gape memasak.  Sop ayamnya menurutku dan Bu Yon adalah salah satu menu sop ayam terenak yang pernah ...

CHAPTER 164: BERTAHAN DI TENGAH BADAI

Gambar
Beberapa waktu lalu, seorang kawan baik yang menolong memberi pekerjaan buat menambah kebutuhan biaya hidup yang semakin tinggi di negeri ini, bercerita jika ia tengah didera banyak persoalan di tempat kerjanya.  Ia hanya minta aku mendoakan, agar ia bisa melalui badai tersebut. Maka, sengaja aku tulis ini semoga Anda juga berkenan mendoakan hal baik untuk kawan baik saya itu.  Cerita dari kawanku itu, mengingatkanku pada badai 14 bulan sejak pertengahan tahun 2020 hingga pertengahan 2021. Saat ini, seiring kehadiran Wyatt, aku dan keluarga kecil tercintaku dapat dikatakan mulai melalui momen badai terberat itu.  Meski, aku sendiri belum tahu berapa lama kami dapat menjauh dari momen badai terberat itu. Semoga tidak terjadi lagi sekarang dan ke depan, Amin Amiiiin Aamiiiin.  Memoriku masih mengingat, alur badai kehidupan setahun lalu itu sangat tidak mudah dilalui. Di pertengahan Agustus atau awal September 2020 lalu, aku sempat berpikir sudah tamat dan meminta Tuhan...

CHAPTER 163: MENTERTAWAKAN KETERBATASAN

Gambar
Rabu petang 28 Juli 2021 di kawasan Pengasinan - Depok, tiba-tiba rem depan Bumblebee gusruk . Cilaka, habis sudah kampasnya neeh . "Tidak boleh panik, tetap tenang," kataku pada diri sendiri. Jalanan lumayan padat dan ramai soalnya, jangan sampai lengah bisa potensi kecelakaan. Energi diri sebenarnya juga lumayan terkikis, maklum, namanya habis pulang nguli .  Alhamdulillah, bisa selamat dan Magriban di rumah tepat waktu.  - Kamis pagi 29 Juli 2021, saat mau berangkat nguli , Bu Yon sudah ketar-ketir. "Bagaimana dong, ayah? Nanti malah celaka di jalan!" "Tenang, yang penting masih bisa jalan. Nanti aku pikir bagaimana caranya." Berangkatlah dengan Bumblebee. Sugestiku, sebisa mungkin jangan tarik rem depan. Kalaupun harus, sekadar imbuhan saja. Jangan tarik penuh! Lajukan kecepatan skutik semi-bongsor itu dengan hati dan perasaan. Mesti pakai akal juga. Ya, namanya juga skutik, jadi gak punya yang namanya engine brake .  Melintasi kawasan rute perkampunga...

CHAPTER 163: SELAMAT JALAN WAK EDAN, SEMOGA ALLAH SWT BERKENAN MEMBERI TEMPAT TERBAIKNYA

Gambar
Rabu 7 Juli 2021 pukul 10:15 WIB, sebuah pesan menyentak dari bini tiba, "Mas Rischi meninggal." Seketika badanku terjajar ke belakang di sofa bengkel tempatku bekerja dalam tiga pekan terakhir. Wueleh , belum sempat membalas banyak jasa kebaikannya, pria yang kusapa "Wak Uedan" ini sudah berpulang duluan.  Rasanya gudang kosa kata di kepalaku pun keluh untuk mengekspresikan kehilangan kali ini. Takdir yang menyesakkan, karena "kepulanganmu" bersama virus super brengsek ini. Tak bisa kutemani perjalanan terakhirmu di bumi manusia ini, itu rasanya yang paling menyedihkan dari kehilangan ini.  Melaluimu, Tuhan mempertemukanku dengan Bu Yon yang hingga kini kuanggap hadiah terbaik yang pernah Tuhan kirimkan padaku. Kalau tidak salah ingat itu di hari Sabtu malam 2 Juni 2007, dirimu membujukku ikut berangkat ke Ciamis. Dengan sabar, Wak Uedan membujukku untuk ikut, hingga kehabisan kata diriku untuk membantahnya, akhirnya kuikut berangkat tengah malam sudah se...

CHAPTER 162: NGOBROLIN PAGEBUK A LA SECANGKIR KOPI

Gambar
Pagebluk makin meninggi, kemarin pecah rekor.  Saya sih sudah menduga sebelumnya, arus mudik kemarin pasti jadi bom waktu.  Yah, agitasi2 khususnya yang berbasis seolah-olah dalam kemasan "religi" menurutku jadi salah satu biang utama.  Jadi ingat beberapa hari lalu ngobrol dengan seorang kawan yang agnostik. Daku sendiri juga dalam bereligi juga cenderung sebagai upayaku berterima kasih pada Pemilik Hidup atas segala berkahNya, tidak lebih.  Tidak berharap Surga juga, masuk syukur, enggak juga yah mau bagaimana lagi. Toh, hidup sudah berulangkali membanting dan menghempasku, kalau terjerembab dalam kubangan mah bukan hal baru dan tabu.  Apakah menyerah? Enggak juga, alhamdulillah Tuhan memberikanku kapasitas energi dan keyakinan yang cukup. Toh, per minggu ini juga aku mulai nguli yang pulangnya malam dan bersahabat dengan kesunyian dan kegelapan di antara kawasan Pengasinan dan Tugu Macan. Itu daerah yang gak bisa dibilang aman dalam banyak hal, karena lokasin...

CHAPTER 161: DIPERCAYA BANTU KELOLA KEDIA KOPI & BENGKEL

Gambar
Mulai Senin 21 Juni 2021, pas di hari ulang tahun ke-13 anak sulungku, daku akan mulai menjalani rutinitas baru di Kedai Kopi Urban di kawasan Bintaro sektor 2 https://www.instagram.com/urbancoffee.dna/. Dan juga bengkel auto detailing di kawasan Bintaro sektor 3 https://www.instagram.com/dna.autodetail/. Buatku ini adalah tantangan yang menarik, kubilang pada kawan baikku itu seperti hal yang selalu kusampaikan pada diriku sendiri sebagai frame dasar, "Buat diri gw sendiri sih gw selalu jaga dua hal, yaitu prestasi dan nama baik." Ya, basicly gw gak gape2 amat. Misal begini jika dibandingkan dengan seorang kawan baik di zaman kuliah atas nama Yusran Darmawan yang poinnya 10 selalu, daku paling mentok di kisaran 2 - 5, tapi menurutku seperti kubilang pada Bu Yon semalam, "Hingga sekarang rasanya aku belum merasa tua, bisa jadi energiku turun sedikit, atau malah bisa jadi lebih baik." Ya, di masa muda remaja sahabatannya sama nikotin, alkohol, dan drugs. Sekarang tid...

CHAPTER 160: BELAJAR SOAL PERNIKAHAN DARI FILM "ALI & RATU RATU QUEENS"

Gambar
Buat Anda yang punya hobi baru nonton film di saluran digital, sebaiknya memang jangan melewatkan film Indonesia berdurasi 100 menit yang tayang di Netflix mulai 17 Juni 2021.  Buat daku, film ini mengingatkan kembali pada hal-hal yang penting dipahami dalam konteks pernikahan.  Kubilang pada Bu Yon, seperti kata kakek Farid, "Pernikahan itu tidak akan pernah jadi satu hati, tapi dua hati dan dua pikiran yang berkompromi." -  Hasan (diperankan Ibnu Jamil) pada akhirnya harus mengalah pada Mia (Marissa Anita) istrinya yang ingin meraih mimpinya menjadi penyanyi di New York.  Mimpinya kandas ternyata sebagai pelayan di kedai di salah pojok di Queens, sebuah kawasan pinggiran di New York.   Ternyata kandasnya mimpi Mia tidak membuatnya serta merta surut dan kembali ke Hasan dan anak semata wayangnya Ali (saat remaja diperankan Iqbaal Ramadhan) yang ia tinggalkan di usia 5 tahun.  Di akhir-akhir, Ali melukiskan sikap keras kepala mamanya (Mia), karena New ...