Postingan

CHAPTER 190: TERUS BERJALAN

Gambar
Vector pertama, Minggu petang 8 Okt 2023 Minggu, 8 Oktober 2023 Terus bergerak (Taruh di Sini sebagai Lonceng Pengingat kelak) Beberapa hari lalu sempat lihat Chef Juna di vlog Merry Riana yang bercerita tentang masa lalunya.  Ada satu penggalan Chef Juna berujar dalam bahasa Inggris yang kira-kira artinya, "Ada banyak alasan saya untuk kalah, jadi memang ndak ada pilihan kecuali terus maju." Hal itu juga beberapa hari sebelumnya kukatakan pada seorang kawan baik, "Tidak ada pilihan, sudah banyak situasi dan alasan untuk kalah bahkan koit di masa lalu, karena toh masih hidup yah harus tetap jalan dan bergerak maju." Jadi ingat juga penggalan perjalanan hidup Kolonel Sanders di TikTok beberapa hari lalu, jadi ingat juga waktu ketemu Rudy Barbaza di Hotel Mulia beberapa tahun silam yang sempat bercerita ia memulai bisnisnya di atas usia 55 tahun setelah gagal berkali-kali, dan akhirnya baru berhasil mengembangkan Rudy Project, saingan berat Oakley.  Sudah sebulan tera...

CHAPTER 189: BICARA DENGAN DIRI SENDIRI (LAGI)!

Gambar
Di fase ini, aku harus bisa sering bicara dengan diri sendiri. Sebab, himpitan dan tekanan rasa seperti ini cukup intens datang untuk membelenggu.  "Akan kemana lagi kau setelah ini, Der?" Sebuah pertanyaan yang cukup sering mengemuka di benak. Ada kekhawatiran jika di depan jalannya sudah tidak ada lagi, menghadapi sisa hidup dengan ketidakberdayaan.  Ya, Tuhan, aku punya empat anak dan satu istri.  Bahkan dalam tidur sekali di malam itu, antara masih terlelap dan setengah terjaga, aku bergumam kecil pada diri sendiri, "Semoga di sisa hidup, aku tidak menjadi suami dan ayah yang gagal, semoga ya Allah." Sudah beberapa hari, kuintenskan mengadu tambahan melalui Tahajjud disambung mengaji walaupun hanya satu lembar. Dan, paginya kulanjutkan dengan Dhuha.  Ya, sejak dulu pada-Mu lah satu-satunya tempat mengadu untuk menguatkan diriku. Tidak bisa kuceritakan lebih banyak pada Yonna, khawatir akan memberikan tekanan lebih besar padanya. Biarlah kupikul sendiri apa yang ...

CHAPTER 188: BERTARUNG DI LAUT DALAM!

Gambar
Aku harus mengingat lagi hari ini, Rabu 13 September 2023! Satu-satunya penghasilan pastiku yang tersisa dari Auto2000 harus berakhir ini. Meski tidak seberapa, selama lebih dari 3 tahun sejak Juli 2020, penghasilan dari Auto2000 bisa menyelamatkan biaya tagihan listrik dan internet.  Mbak Tantri mengabari jika beliau tidak lagi menjabat posisinya per awal September ini, sehingga kerjaanku di Auto2000 pun harus cut-off per 15 September 2023.  Ini adalah kabar kurang baik, setelah proyek kerjaan sosmed dengan Hyundai pun harus berakhir di akhir Agustus 2023 lalu.  Lengkap sudahlah, aku harus kembali ke jalan pertarungan di laut dalam.  Gelap dan badai besar rasanya menghadang di pelupuk mata, tapi aku selalu suluh api dalam diriku.  "Tetaplah tegar, Der! Jangan luruh, kerahkan kemampuan terbaikmu! Bukan kah engkau masih selalu meyakini jika hal yang tidak dan belum membunuhmu, akan membuatmu semakin kuat?!" Ya, amunisiku mungkin saja tidak cukup kuat untuk membel...

CHAPTER 187: TERIMA KASIH, BU YON!

Gambar
Saat aku menulis ini di Rabu pagi 6 September 2023, situasi pekerjaanku tengah berada di ketidakpastian untuk menghidupi kebutuhan ekonomi keluarga kita. Beberapa hari lalu, aku tidak khawatir lagi lebih ke ikhlas. Hanya saja aku sempat berpikir, bagaimana kalau aku tidak lagi memiliki masa depan?! Maka kutanyakan kembali ke Bu Yon, apakah mau menerima usulku jika selepas Desember nanti Bu Yon dan anak-anak kembali ke Ciamis dan aku ke Makassar? Dijawabnya lugas, "Tidak, kita bertahan saja di sini. Di sini, peluang ayah lebih besar!" Aku terharu, terima kasih Tuhan telah mengirimkan istri sekelas Bu Yon.  Aku memang kadang gagap dan ragu, tapi Tuhan melalui bu yon acap kali membesarkanku untuk tidak menyerah.  Ya, ini bukan pertama kali aku berada di fase 'kuldesa' seperti kali ini, dan untuk itu aku harus berterimakasih pada Tuhan berkali-kali yang telah menyelamatkan aku dan keluargaku di ujung-ujung ketidakpastian dengan cara yang sama sekali tidak dapat aku duga. ...

CHAPTER 186: TERIMA KASIH, PAK RADEN!

Gambar
Sepanjang sejarah bumi ada banyak cerita kehidupan, dan setiap rentang usia punya ceritanya masing-masing. Di rentang usiaku sendiri tersebutlah kisah tentang boneka Si Unyil. Acara Si Unyil dulu sangat dinanti banyak anak bangsa di negeri ini, setiap hari Minggu pagi. Penciptanya (alm) Drs. Suyadi alias Pak Raden yang meninggal Jumat 30 Oktober 2015 di RS Pelni Jakarta pada usia 82 tahun. Pecinta anak-anak ini merupakan jebolan jurusan Seni Rupa dari Institut Teknologi Bandung, dan referensinya dalam membuat para tokoh dalam kisah Si Unyil pun tidak main-main, Walt Disney. Sederhananya, Drs. Suyadi adalah tokoh seni serba bisa (melukis, menulis, menggambar, mendongeng dan membuat film) dengan latar belakang pendidikan tinggi berkelas. Miris, hingga di akhir hayatnya beliau meninggal tanpa pernah menikah dan dalam kondisi ekonomi yang kurang makmur di sebuah rumah kontrakan yang tidak terurus di seberang pasar tradisional di wilayah Jakarta Timur. Aku jadi teringat kata-kata ibuku, jik...

CHAPTER 185: BELAJAR BERDAMAI DENGAN HIDUP A LA DANI ADITYA (KOMIKA DISABILITAS PERTAMA DI INDONESIA)

Gambar
Jakarta – Belajar dari pengalaman nonton vlog di kanal YouTube Raditya Dika yang ngobrol bareng komika Dani Aditya, ada beberapa hal penting yang jbkderry.com tangkap sebagai motivasi hidup untuk terus berjalan dan berkembang, sekaligus bisa berdamai diri sendiri. Vlog berdurasi 34:37 menit yang diunggah pada tanggal 14 Februari 2019 ini, kita diajak mentertawai hidup dalam keadaan yang nampak dan terasa pahit sekalipun. Dani Aditya adalah seorang penderita celebral palsy. Ya, namanya memang susah disebut, seperti kata Dani Aditya sendiri di vlog tersebut. Celebral palsy adalah bentuk penyakit berupa gangguan pada perkembangan gerak dan otot. Karena penyakit ini pula, Dani Aditya di usianya yang kini sudah menginjak 27 tahun (kelahiran 19 November 1991) harus menjalankan aktivitas dari kursi roda. Ironi? Jangan keburu menyimpulkan, karena belum tentu kehidupan Anda lebih bahagia dibanding dirinya. Dari kursi rodanya, Dani mampu menghasilkan rezeki sebagai komika. Ya, dari akun Twittern...

CHAPTER 184: MERESAPI ARTI BUDAYA NYECEP DI CIAMIS BERSAMA SECANGKIR KOPI

Gambar
Ciamis – Selasa 11 Juni 2019 selepas Subuh, abang Rasy dan Keanu menjalankan kewajiban khitanan di klinik Al-Ghani Indihiang, Tasikmalaya. Kalau Anda memasukkan kata kunci “Klinik Al-Ghani Indihiang” di  mbah  Google, akan ketemu informasi di laman depan jika klinik khitanan ini termasuk yang paling populer dan banyak direkomendasikan di antara masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya. Kalau dari Sindangrasa – Ciamis jaraknya 18,6 km berdasarkan info Google Maps, dan butuh waktu perjalanan sekitar 34 menit dengan bermobil. Di kalangan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, khitanan di klinik Al-Ghani Indihiang terkenal dengan pendekatan yang baik ke anak-anak yang akan dikhitan, jadi umumnya mereka menjalaninya dengan suka cita dan bersedia masuk ke ruang “potong” sendiri tanpa ditemani orang tuanya. Prosedur pendaftarannya harus dilakukan beberapa hari sebelumnya untuk ambil formulir. Jika sudah di hari “H”, sangat disarankan datang sedini mungkin. Berdasarkan informasi dari seo...