Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

CHAPTER 400: MY LAST DANCE

Gambar
Aku harus mencatatkan tanggal 30 Desember 2025 di Blog kelas secangkir kopi ini. Ini soal pencapaian dari harapan yang teguhkan dari satu setengah tahun lalu, " This should be my last dance ". Sebuah pencapaian setelah titik jatuh terburuk di sepanjang hidup yang telah berhasil mengendapkan trauma dan rasa bergidik yang cukup dalam. Setiap KRL melintasi lintasannya dari Stasiun Pasar Minggu ke Stasiun Pasar Minggu Baru, pasti tergiang tentang jalan kesedihan, nama yang kuberikan untuk mengenang momen pahit itu.  Pernah mengalami roller-coaster kehidupan beberapa kali, namun untuk momen kuldesak seingatku baru saat itu.  Kembali ke momen tanggal 30 Desember 2025, sebuah pesan dari mbak Nabiilah staf HCBP di tempat bekerja saat ini, " siang pa derry izin info untuk hasil presentasi kemarin rekomendasinya karyawan tetap ya pak untuk SK nya sudah dikirimkan via email, terimakasih pak sebelumnya. " Lega rasanya, Tuhan Maha Baik. Alhamdulillah. Itulah kenapa sebandel-band...

CHAPTER 399: HARI JADI & MANTAP KEANU

Gambar
Hari ini ayah merayakan hari jadi, 3 November 2025. Tepat sehari sebelumnya, seperti ada pertanda dari langit yang membuat ayah agak lebih tenang dari rasa risau dan kekhawatiran.  Ya, Keanu ternyata sudah puluhan kali melakukan transaksi penjualan akun game. Padahal ayah sempat meragukan dan mengkhawatirkan masa depan kalian dengan kualitas dan persiapan masa depan yang kalian punya saat ini.  Ternyata sudut pandang ayah masih saja sempit dan terbatas. Masih banyak hal yang belum sanggup ayah lihat, kalkulasi, dan prediksikan ke depan.  Pencapaian Keanu membuat ayah agak lebih tenang, seakan Tuhan mengirim isyarat, "der, Aku lebih tahu dan paham tentang anak-anak yang telah dititipkan kepadamu. Berusahalah sebaik-baiknya, tapi khawatirlah seperlunya saja, jangan terlalu banyak dan berlebihan. Biar bisa tetap sehat batin dan pikiranmu."  Ya, ayah jadi lebih tenang. Mudah-mudahan sih di sisa hidup ayah bisa tetap terisi dengan kebaikan dan jatah jatuhnya sudah habis d...

CHAPTER 398: PILIHAN UNTUK TERUS MENGGELINDING

Gambar
Di negeri ini, setelah sekian lama ayah masih meyakini satu hal jika ada pola kebohongan yang senang digulirkan para pemangku kepentingan secara terus menerus untuk membentuk rekayasa fakta. Dan, dengan karakter yang rendah kemampuan filter dan juga minim literasi berkualitas, pola ini jadi banyak dikonsumsi masyarakat.  Tidak heran jika masyarakat negeri ini sejak lama hidup di dalam realitas yang terkonstruksi secara terpola. Sederhananya ilusi realitas.  Fakta lain, ada saja orang-orang yang dapat memanfaatkan celah ini sebagai peluang dan mereka berhasil mendapatkan keuntungan yang bisa jadi besar. Bahkan ayah meyakini, bahkan posisi pun dapat diraih oleh orang-orang berkarakter demikian.  Ya, di negeri ini kemampuan manipulasi dibalut kontroversi dapat menjadi bekal yang lumayan untuk sukses. Meski tentu saja faktor keberuntungan atau garis nasib juga menyertai keberhasilan mereka. Mungkin saja Tuhan ingin menunjukkan jika aura gelap pun bisa duduk di kursi kekuasaan...

CHAPTER 397: HARAPAN

Gambar
Rasanya setiap manusia normal akan memiliki harapan jika setiap akhir cerita sedianya berakhir bahagia. Tapi takdir hidup biasanya punya keputusannya sendiri, tanpa dapat diintervensi oleh setiap manusianya.  Aku pun demikian, pengen banget di sisa hidup dapat berakhir bahagia. Cita-citanya ingin mengantarkan anak-anak hingga cukup mandiri dan dewasa, serta membahagiakan pasangan hidup sebelum sepenggal kesempatan napas terakhir terjadi. Rasanya itu saja yang menjadi motor penggerak untuk berjalan dan memulai hari setiap pagi, serta pulang tetap semangat setelah senja berganti datangnya awal malam.  Hingga gelombang-gelombang, atau bisa jadi ombak kehidupan datang cukup tinggi menguji ketegaran jejak kaki berpijak.    Di kepalaku tergiang, bagaimana jika ceritaku juga tidak berakhir menyenangkan?! Haruskah aku kecewa dan sedih, lalu merutuk.. Hmm, jawaban terkuatnya masih entahlah.. Pikiran masih belum bisa memformulasi jawaban lebih jauh yang melegakan atau bahkan m...

CHAPTER 396: MAKASSAR

Gambar
Entah kenapa setiap kali hendak jatuh dan merasa di tepi jurang kehidupan, ayah selalu mengingat satu tempat di bumi yang namanya Makassar.  Mungkin ini yang disebut kerinduan pada kampung halaman. Pikiran ayah masih sering terngiang jika kota ini yang masih berkenan memeluk ayah lebih hangat lebih baik, seperti perwujudan kasih Tuhan dalam bentuk fisik tapi bukan dalam format manusia.  Mungkin bisa jadi ini hanya memori di pikiran ayah, mungkin di kenyataannya tidak demikian. Tapi memori itu masih sering kuat menyala di dalam diri ayah.  Meniti jalan setapak demi setapak di sana, meski mungkin saja kondisi riilnya sekarang sudah teramat asing pada ayah, tapi rasanya tetap gak mengapa. Seringkali di pikiran ayah, terbersit pikiran untuk menghabiskan masa tua dan sisa umur di sana. Berjalan kaki mengitari jalan-jalan kota, hingga akhirnya penghujung napas terakhir tiba dan saatnya perjalanan di bumi manusia ini berakhir menuju fase berikutnya.  Ayah tidak tahu apakah ...

CHAPTER 395: MENGHINDARI

Gambar
Judul di atas kesan negatifnya kuat, tapi ayah punya alasan untuk itu. Terutama untuk pertimbangan kesehatan mental, psikologis, hati, dan pikiran.   Di tengah dunia yang berjalan makin cepat, dan banyak hal-hal yang absurd terjadi di luar sana dan mendapat pemakluman, ayah berusaha banget menjaga kesehatan mental dan pikiran. Tentu saja tekanan tetap datang, khususnya masalah kejar-kejaran kebutuhan pemenuhan ekonomi di rumah. Ya, tidak ada makan siang gratis. Bahkan anggaran MBG pun kabar santernya menggerus dana alokasi pendidikan dan budget transfer ke darah (TKD) dipotong signifikan oleh pemerintah pusat yang menyebabkan para gubernur berbondong-bondong melakukan protes ke pusat tepatnya ke menteri keuangan di awal Oktober 2025 ini.  Ya, bisa jadi negeri ini menjadi negeri pertama yang kabarnya gagal memanfaatkan bonus demografi. Baru saja kemarin, ayah baca lagi kalau dana kebun binatang di Bandung dikorupsi. Gila gak?! Rezeki binatang saja disunat oleh orang-orang ...

CHAPTER 394: TENTANG OM GUZA

Gambar
Senin 29 September 2025, sebuah kabar agak menggelegar sampai langsung di telinga ayah di tempat kerja, "Der, saya terakhir besok. Tidak diperpanjang." Jujur, harus ayah akui semua orang punya cara, kiat, dan mekanisme pertahanan masing-masing dalam menghadapi cobaan hidup. Om Guza, seorang kawan baik di tempat kerja ini punya ketenangan emosi dan penataan serta penempatan sikap yang cukup mengagumkan. Tenang dan pintar dalam positioning. Ia andal dalam bersosialisasi termasuk di kalangan atas dan para petinggi di tempat kerja, termasuk ke putra mahkota. Gambaran sikap yang kontras dan tidak pernah ayah miliki. Seorang kawan di zaman kuliah mengabarkan jika di masa mudanya Om Guza adalah siswa yang level kepintarannya di tingkat provinsi dan berhasil mendapat beasiswa mulai dari SMA di Bandung hingga S1 di UGM. Dari situ saja sudah kelihatan kualitas jalan yang ia titi dari muda.  Ia juga pernah menjabat posisi direktur dan direktur utama di salah satu grup perusahaan terbesa...

CHAPTER 393: ALIH-ALIH PENYELENGGARA NEGARA

Gambar
" Walaipun Indonesia terkaya di dunia, tetapi selama sains tiada merdeka, seperti halnya politik negaranya, maka kekayaan Indonesia tidak akan menjadikan penduduk senang, melainkan semata menyusahkan, seperti 350 tahun belakangan ini." (Tan Malaka, Madilog) Ya, sedemikian busuknya skema politik negeri ini berjalan. 80 tahun perayaan kemerdekaan negara yang berjalan semu, karena kursi-kursi elit penyelenggara negara masih dikuasai oleh budaya alih-alih dan berdalih.  Perihal bagi-bagi makan gratis yang dijalankan oleh perwakilan militer dan bukan orang ahli di bidang gizi adalah satu di antara sampel buruk yang terbaru dari pandangan tersebut.  Kursi-kursi elit yang dikuasai orang-orang busuk yang menjadikan bidang politik untuk mengeruk kekayaan negeri ini untuk kepentingan diri, keluarga, dan kelompok kecilnya. Mereka masih berpandangan rakyat adalah instrumen luar yang harus dikorbankan dan dibodohi dengan budaya alih-alih mereka.  Semakin besar indikasi jikalau kita ad...

CHAPTER 392: NEGERI BLANKZAK

Gambar
Saat menulis ini Rabu pagi 24 September 2025 di tempat kerja di Pejaten, situasi ini negeri terasa makin ngawur dari sikap kebijakan para elit penyelenggara negara dan wilayah di negeri ini.  Sampai hari ini, ayah masih gak mengerti apa urgensi proyek makan bergizi itu dalam kondisi miris PHK yang makin meningkat. Selain tentu kalau ada niat busuk di belakangnya itu lain soal.  Ya, kemarin dalam perjalanan pulang kerja di KRL, ayah mikir betapa busuknya budaya dan skema kerja politik di negeri ini. Kasus yang diungkap selebiriti Leony tentang biaya konsumsi rapat di Pemkot Tangsel yang mencapai Rp 66 miliar dan biaya perjalanan dinas mencapai Rp 117 miliar.  Sudah bukan rahasia lagi sih sebenarnya jika biaya untuk naik ke kursi kepemimpinan politik di negeri ini memakan biaya sangat besar semasa kampanye, termasuk biaya ampau semacam serangan fajar. Dengan skema kerja seperti itu memang sulit orang baik dengan sekadar niat tulus berbakti pada negeri bisa naik. Alih-alih u...

CHAPTER 391: MENULIS ITU UNTUK MENYEMBUHKAN DIRI SENDIRI

Gambar
Seringkali isi kepala dan jiwa menciptakan kebingungan, ketidakstabilan, keraguan, bahkan ketakutan di level yang cukup mencekam. Namun itulah gunanya menuliskannya secara sistematis, agar kita dapat mengurai permasalahan yang ada di dalam diri, mencoba membacanya lebih jelas, dan kemudian menemukan cara untuk menyelesaikan bahkan menyembuhkannya.  Ya, tentu saja ayah gak merasa itu semata karena faktor manusianya, ada Semesta bernama Tuhan yang menjadi faktor penentu dan harus terus kita dekati.  Hari ini Minggu 14 September 2025, ayah belajar satu hal pada Terence Crawford pasca kemenangannya melawan Canelo Alvarez. Katanya, "Hal besar itu akan datang kepada orang yang sabar untuk menunggu."  Banyak yang meragukan Bud terlambat naik melawan Canelo di saat ini, karena dia sudah menua. Tapi kata Bud, saat itu waktu ia masih menyadari belum saatnya dan kinilah saatnya yang tepat.  Ya, perjalanan hidup tidak bisa seperti menghitung di matematika. Banyak hal yang berjal...

CHAPTER 390: PADA AKHIRNYA MUNGKIN

Gambar
Dua atau tiga hari terakhir, rasa kekhawatiran akan masa depan tergiang lagi. Ada ketakutan kemampuan produktifku tidak lagi relevan dan mendapat tempat. Tapi ada dua hal yang tetap membuat tekad untuk tetap berjalan dan melanjutkan perjalanan.  Pertama, adalah pengalaman perjalanan sejauh ini; dan kedua adalah tanggungjawab pada keluarga. Menjadi lokomotif ternyata memang tidak mudah, apalagi pergulatan pikiran yang dinamis dapat mengubah cita rasa, sudut pandang, sikap, dan konklusi.  Seorang tokoh transgender bernama Julia di Money Heist sempat berucap, "..Tapi pada akhirnya gak penting orang tuamu gak sempurna terpenting mereka menyayangimu." Ya, di suatu waktu tidak peduli siapa yang berucap, terpenting makna dan pelajaran hidup yang disampaikan apakah relevan untuk membantu menemukan jawaban berikutnya, atau setidaknya sebagai penghapus dahaga atau pengurang rasa kekhawatiran yang tengah berkecambuk.  Tidak ada yang sempurna sebagai manusia, bahkan Professor di Mone...

CHAPTER 389: PELIKNYA SITUASI NEGERI DAN BAYANGAN KEHIDUPAN KALIAN NANTI

Gambar
Saat ayah menulis ini Selasa 9 September 2025 di Pejaten, keadaan negeri ini nampaknya akan tidak baik-baik saja hingga beberapa tahun ke depan. Kemarin baru saja orang nomor satu penyelenggara negara menggelar pergantian lima menterinya.  Sampai di sini ayah semakin percaya, latar belakang dan bagaimana kita tumbuh itu sangat berpengaruh dalam membentuk cara pandang, cara berpikir, dan sikap kita. Ayah percaya orang nomor satu tersebut sejak kecil lahir di atas permadani, tidak heran jika sikap dan cara pandangnya sangat lebar jurang perbedaannya dengan sikap dan cara pandang rakyat kebanyakan.  Dari sini, maaf kalau ayah menyebutnya sebagai "karakter tolol". Tapi, dalam hidup keseharian pun kita tidak jarang ketemu dengan orang-orang berkarakter tolol seperti itu. Salah satu indikatornya adalah merasa benar meskipun tindak-tanduknya salah dan merugikan orang lain. Bisa jadi ini menjadi deskripsi orang pengidap NPD yang cukup marak muncul di jagat maya saat ini.  Buat ki...

CHAPTER 388: WORSE EVER

Gambar
Dalam pemahaman sederhana ayah, berdiri menjejakkan kedua kaki di permukaan bumi mengajarkan kita realistis melihat dan menyikapi kenyataan hidup. Namun, jika dari kecil dibuai dengan kenyamanan dan kemapanan, buahnya bisa jadi seperti sosok yang tengah duduk di kasta tertinggi eksekutif negeri saat ini.  Ini bukan soal siapa pembisiknya, menurut ayah, tapi lebih karena dipengaruhi latar dimana dia tumbuh berkembang yang sangat mempengaruhi cara pandang dan caranya bersikap sekaligus memutuskan.  Tadi pagi 2 September 2025, ayah sempat baca sebuah pesan bijak di WAG teman-teman SMA ayah. Narasinya berikut... "Hati-hati Dengan Uangmu! Hingga 5 tahun kedepan, Keadaan Ekonomi Negara Kita akan  semakin sulit. Hanya orang-orang Pilihan yang mampu bertahan dan tidak akan terhempas oleh Badai ekonomi.  Golongan Menengah yang ceroboh dengan Uangnya akan banyak yang jatuh kebawah menjadi Golongan Miskin. Ini Nasihat saya, Langkah yang harus Anda ambil untuk menghadapi Situasi...

CHAPTER 387: KITA ADALAH APA YANG KITA LIHAT, KONSUMSI, DAN RESPON

Gambar
Sepekan terakhir jelang akhir Agustus 2025, kondisi kesehatan ayah terasa sedikit menurun. Bu Yon sih sarankan ke dokter, cuma ayah masih selalu malas untuk hal itu.  Dengan adanya internet, menurut ayah cukup menghubungkan gejala yang dirasakan tubuh dengan informasi medis yang ada di jagat maya. Kalkulasinya, asam lambung ayah yang kemungkinan besar naik. Ditandai dengan perut kembung dan tenggorokan yang rada seret.  Penyebab terbesarnya rasanya kopi Nescafe pahit tanpa gula yang memang doyan ayam konsumsi. Setelah tahu penyebabnya, mulailah dihindari. Ya, toh ayah sudah bertahun terbiasa menghindari gula, sebisa mungkin juga menghindari gorengan, porsi makan dijaga paling kalau ke warteg dekat tempat kerja cuma setengah. Yang penting perut terisi, tidak berlebih.  Seperti judul tulisan ini, menurut ayah, kita adalah apa yang kita lihat, konsumsi, dan respon.  Saat ini, negeri ini semakin cenderung tidak baik-baik saja. Cara pandang pemerintahnya plus kebijakannya...

CHAPTER 386: BAGAIMANA JIKA SEBENARNYA SETIAP PERJALANAN HANYA UNTUK DIRI SENDIRI?

Gambar
Sore ini Sabtu 16 Agustus 2025, ayah tiba-tiba berpikir bagaimana jika seandainya setiap perbuatan memang hanya untuk diri sendiri?! Bagaimana jika hanya asumsi diri masing-masing jika sesuatu hal untuk membantu kepentingan orang lain, tapi pada hakikatnya sebenarnya dilakukan untuk diri sendiri?! Ya, seyogyanya tidak orang yang ingin terlahir, apalagi berjalan, atau sampai berakhir sebagai orang kalah?! Setiap orang tentu ingin jadi pemenang, setidaknya tidak menjadi beban bagi orang lain. Setidaknya itu normal bagi setiap orang yang berpikiran dan berjiwa sehat.  - Hari ini Senin 18 Agustus 2025. Ayah kehabisan ide pas Sabtu lalu, jadi catatannya stuck hanya dua paragraf saja.  Hanya saja pagi ini, atau sejak kemarin sih ada beberapa hal yang mengusik benak ayah. Koruptor sekelas Setnov dapat bebas bersyarat kemarin, lalu pembunuh kekasihnya di Surabaya dapat remisi juga. Gila negeri ini kualitas hukumnya gak pernah bergerak maju. Pemerintah juga kabarnya tarik hutang luar n...

CHAPTER 385: NIKMATI ATAU HADAPI PROSESNYA, DAN TERUSLAH BERJALAN!

Gambar
Di antara perjalanan negeri yang semakin gaduh, ayah kembali membutuhkan ruang hening. Sudah banyak kebijakan yang ngawur di luar sana, upaya pembodohan berkelanjutan, manipulasi data dan fakta sebenarnya demi tampilan baik yang artifisial ke hadapan publik.  Hal-hal seperti itu bukan ayah gak peduli, cuma serapan informasi yang deras menurut ayah hanya berpotensi jadi endapan yang terus menumpuk di pikiran dan hati, lalu dapat membuat langkah kaki bertambah berat saat ingin memulai langkah di pagi hari.  Kenapa jadi endapan? Karena mau disalurkan kemana juga coba, saluran pengaduan tidak pernah jelas. Kalau pun ada anulir kebijakan, karena biasanya ada suara viral yang memaksa pembuat kebijakan ketar-ketir dan berubah pikiran mengikuti kemauan publik. Lha, segitu memang kualitas orang-orang pemerintahan saat ini..  Orang-orang yang merugikan bandar judi malah ditangkap, pejabat kepala daerah yang semena-mena menaikkan biaya pajak bumi bangunan, kepala negara yang serta m...

CHAPTER 384: PERAYAAN 18 TAHUN PERNIKAHAN

Gambar
Summarecon Mall Bandung Sabtu 2 Agustus 2025 Sabtu 2 Agustus 2025, selepas Subuh lewat pukul 5 akhirnya terwujud juga keinginan merayakan 18 tahun pernikahan wisata kuliner dengan Bu Yon ke Bandung.  Naik Bumblebee 155, kami berangkat bertiga; Bu Yon, Wyatt, dan ayah. Sekitar pukul 05:17 WIB. Di Google Maps, jaraknya sekitar 140 km dari rumah jika melintasi rute Puncak. Perjalanan ditempuh dengan kecepatan santai, antara 45 - 55 km/jam jika kondisi jalanan lenggang.  Ya, tidak ada yang perlu diburu-buru, terpenting bisa sampai dengan selamat dan menikmati perjalanan kali ini. Tidak lengkap memang, karena kakak Oka, abang Rasy, dan abang Keanu tidak diajak. Kendaraannya sementara cuma ada motor. Jadi masing-masing dikasih uang kompensasi seratus ribu rupiah per orang. Lumayanlah, sedikit lebih dari janji awal 50 ribu rupiah per orang. Kebetulan ada bonus dari tempat kerja untuk dibagi-bagi ke kalian.   Perjalanan pergi tidak ada kendala sepanjang perjalanan, paling ke...

CHAPTER 383: TIDAK SEMUA PANDANGAN MORAL BAIK DIKONSUMSI

Gambar
Saat menulis catatan ini, Rabu 23 Juli 2025, semakin banyak penjaja kalimat-kalimat moralis dan motivasi di sosial media. Andai berhadapan dengan filter rendah, semuanya bisa jadi agitasi yang menyesatkan demi kepentingan bisnis pembuatnya semata. Semisal ada sebuah postingan moral di sosial media yang mengatakan kalau banyak pasangan bercerai karena tidak punya visi masa depan, karena tidak punya perencanaan keuangan untuk masa depan.  Sekilas terkesan benar, tapi filter di diri ayah langsung berontak, karena premisnya gak sesederhana itu dalam kehidupan nyata. Semisal hubungan ayah dengan bunda yang sudah memasuki usia 18 tahun di tanggal 21 Juli 2025 lalu. Relasi kami sedari awal menurut ayah sudah autopilot. Ayah percaya Tuhan-lah yang langsung membimbing dan memberkahi hubungan kami. Memberi kami rezeki untuk membesarkan kalian, menguji kami juga di waktu yang lain dengan situasi pelik dan terasa amat berat untuk dilalui, mungkin untuk membuat kami masing-masing jadi pribadi ...

CHAPTER 382: JELANG 18 TAHUN BERSAMA

Gambar
Waktu ayah nulis ini masih 3 hari jelang 18 tahun usia pernikahan ayah dan bunda. Masih tanggal 18 Juli 2025, pukul 04:40 WIB, tapi gak apalah dimulailah catatannya mumpung inget .  Sampai di titik ini, ayah mulai mengerti kenapa pernikahan itu adalah bentuk ibadah yang panjang, karena isinya bukan hanya hitam putih dan salah benar. Pasalnya, ada saja kesalahan yang dilakukan sepanjang perjalanan pernikahan. Tapi, di situlah ujiannya. Pernikahan bukan soal lagi soal salah dan benar, tapi lebih jauh lagi soal kebesaran jiwa untuk saling mengerti, memahami, dan memaafkan.  Pada akhirnya, ayah harus menyadari kami adalah hanya dua manusia biasa yang masih ingin bersama, satu sama lain. Jauh dari kesempurnaan pada faktanya.  Kami pun rasanya masih terus berupaya belajar dari waktu ke waktu untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik, lebih kuat.  Sepanjang perjalanan bersama pun sebagai relasi manusia pada umumnya ada tawa bahagia dan tangis sedih yang mewarnai. Apapun w...

CHAPTER 381: KEMUNDURAN ATAU JALAN DI TEMPAT?

Gambar
Entah apa yang sebenarnya terjadi pada bangsa ini, kemunduran atau jalan di tempat? Baru saja kemarin 12 Juli 2025, ada seorang anggota parlemen yang menyangsikan jika SDM bangsa ini yang kurang kompoten untuk diserap oleh ruang kerja. Terlalu banyak pernyataan-pernyataan blunder dari orang-orang yang duduk di kekuasaan. Mereka benar ada di puncak, tapi responnya hanya menyentuh ujung ranting-ranting kehidupan. Jadi jangan ke akar masalah, ke batang pun gak sampai cara pandangnya.  Itu sebenarnya representasi dari kesekian blunder pernyataan dan cara pandang dari pejabat-pejabat lainya.  Cara menilai kualitas negeri ini untuk membantah framing IQ rata-rata 78 dapat diasumsikan memang lemah. Kalaupun ada yang dapat melonjak, rasanya lebih kepada individu-individu anomali dan bukan representasi karakter bangsa. Setidaknya itu yang mencuat ke permukaan. Meski, harus juga diakui yang mencuat ke permukaan itu memang belum tentu mayoritas.  Semisal soal ujung ranting cara panda...

CHAPTER 380: PELAJARAN HIDUP DARI FILM SORE

Gambar
Aku bersyukur bisa mengajakmu nonton film Sore Istri dari Masa Depan di Kamis malam 10 Juli 2025. Tidak ada spoiler alur cerita sebelumnya yang aku dapatkan mengenai film ini. Aku hanya tahu film ini sayang banget kalau dilewatkan.  Makanya, meski gak dapat banyak layar di sinema, instingku mengatakan aku harus mengajakmu menontonnya di hari pertama penayangan.  Kita menontonnya di sinema dekat rumah yang harga tiketnya sebenarnya semakin mahal, tapi harga bukanlah soal buatku karena nilai dan makna pelajaran yang termuat di dalam film ini.  Ada beberapa dialog di film ini yang membuatku related banget untuk hubungan kita. Pertama dan terpenting, "Mau diulang ribuan kali pun, aku masih berharap kau akan masih mau memilihku menjadi pasanganmu." Kedua, kita tidak pernah bisa mengubah masa lalu, rasa sakit, dan kematian, tapi orang masih dapat berubah. Bukan karena orang lain atau pasangan, tapi karena kesadaran yang datang pada setiap orang itu sendiri. Ya, kita masing-masi...

CHAPTER 379: HENING

Gambar
Nak, waktu nulis ini Kamis pagi 3 Juli 2025, ayah mulai menyadari jika merespon sesuatu hal itu juga perlu energi. Jika tidak siap atau energinya lagi gak cukup mendingan hening atau abstain dulu. Daripada melahirkan respon yang kurang prima.  Kemarin seorang kawan baru ayah, dia OB di tempat ayah kerja sekarang. Dia cerita lagi menghadapi dilema hubungan dengan tiga anaknya yang kini ikut dengan mantan istrinya. Anak sulungnya yang umur 9 tahun katanya sudah terlanjur membencinya, karena dihasut oleh ibunya. Sementara dua adiknya katanya rindu sebenarnya pada ayahnya, tapi gak bisa berbuat apa-apa.  Kawan itu dilema karena gak bisa juga bawa anak-anaknya tinggal bersamanya. Pasalnya, istri barunya ada aturan jika mereka gak boleh bawa anak-anaknya masing dari rumah tangga dulu ke kehidupan keluarga baru mereka.  Ayah hanya bisa mendengarkan cerita kawan itu, tanpa bisa meresponnya. Ia bercerita panjang lebar sambil menunggu hujan reda di luar warung bubur ayam itu. Ayah ...